Sabtu, 06 Juni 2015

cerpen remaja tentang penantian




SEBUAH PENANTIAN PANJANG

Di luar, hujan rintik-rintik itu telah datang dengan angin yang tengah menyapa dedaunan dan burung-burung di udara. Sebagian angin nakal itu masuk ke jendela kamarku begitu kencang, sehingga membuat gordeng jendela dan buku-buku di meja  berantakan. Aku pun segera menghampiri untuk membetulkannya.
“Hmmmmm, ini hari minggu tapi saying cuacanya tidak mendukung untuk beraktifitas” gerutuku dalam hati ketika di depan jendela.
Aku pun memutuskan sejenak untuk duduk di depan jendela sambil memasang dua tangan untuk menahan wajahku, ku lihat di luaran dedaunan yang telah di sapa angin itu kini telah berserakan ditanah dan burung- burung pun sekarang telah kembali hinggap di pohon kesayangannya dengan ceria dan mengeluarkan suara siulan merdunya.
Hembusan angin nakal yang masih tersisa itu kini menyapaku secara langsung, membuat sebagian rambutku yang tergerai menjadi berantakan.
Ku usapkan tanganku untuk membereskan rambutku yang berantakan dengan mata yang masih tertuju ke arah luar yang jauh entah ke mana. Ya, hembusan angin itu membuat suasana lamunanku melayang entah ke mana. Ingatanku jauh menerawang mengingat saat aku berjumpa untuk pertama kalinya dengan seorang laki- laki yang sekarang sangat aku rindukan, dia adalah Raka Adriana.
Karena sudah beberapa tahun ini aku tidak pernah bertemu dengannya, tiga tahun yang lalu saat aku masih duduk dibangku kelas 2 SMA RAka merupakan murid pindahan dari Bandung dan pada saat itu, dia ditempatkan di kelasku. Mungkin ini suatu kebetulan, awalnya aku risih dengan kelakuannya itu yang tidak bias diam, dia selalu membuat kelas menjadi ramai seperti pasar dadakan sedangkan aku orangnya pendiam.
Huuuhhh memang jauh berbeda, seperti langit dan bumi sifatnya bertolak belakang engan diriku. Tapi dengan seiring berjalannya waktu, tanpa ku sadari aku menjadi akrab dengan Raka. Teman- teman di kelas juga menjadi kebingungan dengan persahabatan kami karena aku dan Raka sering bertengkar, sampai- sampai teman sebangku ku pun keheranan.
“Raaa…. Sekarang kamu deket banget sama Raka, jangan- jangan kamu suka yaa?” selidik kinan kepada ku.
“Aiiiissshhh…. Apaan sih kamu, denger ya Kinan cantik aku sama Raka itu gak ada hubungan apa-apa, inget Cuma temen gak lebih ya!” jawabku tegas.
“Ohh.. jadi Cuma sahabat nihh.” balas Kinan sambil tersenyum bahagia.
“iyaa.., nah kamu kenapa senyam- senyum kaya gitu? Kamu suka ya sama Raka?” tanyaku tak mau kalah.
“Nnnggakkk…” jawab Kinan dengan cepat kilat.
“Udahlah jujur aja, jangan boong nan”
“Iya, iya … jujur aku suka sama dia” jawab kinan lagi
“Hahahaha.. ketauan yaa..” sambil tertawa melihat ekspresi muka kinan yang memerah.
Pertanyaan bodoh itu memang sudah tidak asing lagi bagiku, karena mereka memang sering bertaya seperti itu. Tapi ku jawab saja aku hanya bersahabat dengan Raka tidak lebih. Sampai pada hari kelulusan tiba, aku melihat Raka begitu rapih sekali memakai jas hitam kelulusannya. Rasanya aneh saat aku melihat Raka waktu itu, ada sesuatu yang ingin aku ungkapkan kepadanya tapi aku tidak tau apa yang harus aku ungkapkan.
“ Rakaaaa…..” teriak ku dari keramaian.
  Hai, ra….. penampilan kamu beda banget loh” sambil tersenyum kepadaku.
“ Hahahaha masa? Perasaan biaa aja, Cuma bedanya sekarang aku pake baju kebaya aja. Eh iya kamu juga hari ini beda banget loh, kerenn” jawabku sambil tersenyum lepas.
“ Iya dong, inikan hari kelulusan kita, jadi harus tampil beda dong” jawab Raka tak mau kalah dari ku.
“ Nanti kamu kan mau kuliah di Bandung tuh, kapan- kapan kamu main ya ke Pandeglang”  pintaku berharap penuh.
“iyaa, nanti aku usahain deh, tenang aja…” jawab Raka menenangkan ku.
Mengigat itu semmua, membuatku tersenyum simpul mengingat hari- hariku dulu semasa SMA dan kenangan akan sahabatku. Setelah hari pelulusan itu, aku tidak pernah bertemu dengan Raka lagi. Aku tidak pernah tau bagaimana kabarnya di Bandung? , bagaimana kuliahnya di sana? Apa baik- baik saja? Entahlah, saat ini aku kehilangan kontak dengannya.
Pikiranku berkecambuk dalam hati mengingat Raka yang tidak pernah memberi kabar kepada ku. Tiba- tiba ada suara memanggilku, membuat lamunanku buyar di buatnya
“ Nairaaa….” panggil ibu kepadaku.
“ Iya bu, ada apa?” jawabku setengah berteriak dari rasa kekagetan ini.
“ Nai, tolong beliin obat flu ke apotek!” sembari memberikan uang kepadaku.
“ Iya” jawabku singkat.
Di jalan ketika sudah membeli obat di apotek, aku memutuskan untuk mampir sebentar ke sebuah bukit yang tidak jauh dari rumahku. Di sana aku duduk di bawah pohon rindang, aku menikmati setiap suasana- suasana yang jaranga aku jumpai saat ini. Karena terlalu sibuk, aku aku sampai lupa dengan tempat ini.
Sebelum kuliah dulu, aku dan Raka sering ke tempat ini untuk bersantai sehabis pulang sekolah. Terdengar sayup- sayup suara langkah kaki menuju tempat dudukku, mungkin dia hanya lewat saja tapi ku dengar langkah kaki itu semakin jelas dan berhenti di belakangku.
Ku tolehkan kepalaku untuk melihat siapa orang yang berdiri di belakangku itu, ku pandangi wajahnya lekat- lekat terlihat sama- samar  karena pantulan cahaya yang dating menerobos wajahnya yang penuh dengan keringat  yang bercucuran di pelipis wajahnya yang mungil itu. Ku kernyitkan kedua alisku, semakin lama raut wajah itu semakin jelas.
Raka, tiba- tiba saja nama itu keluar dari mulutku.
“ Hey raa, apa kabar?” pertanyaan pertama yang dilontarkan nya sontak membuatku kaget.
“ Hey….. ka.. mmm aku baik, kamu
Kok bias ada disini sih ? Kenapa gak bilang- bilang sih ?” pertanyaan itu tanpa ku sadari keluar begitu saja.
“ Emang aku gak boleh datang ya?” jawab Raka singkat.
“ Ihhh,  kamu…” jawabku sambil memalingkan wajah ke langit luas.
Pada akhirnya mereka pun melepaskan kerinduan yang selama ini di rindukannya dengan mengobrol- ngobrol, sampai mereka merasakan kebahagiaan yang begitu mendalam.






J

biografi emma watson

Emma Watson Charlotte Duerre Watson Biografi

Emma Charlotte Duerre Watson lahir di Paris, 15 April 1990. Dia adalah seorang aktris dan model yang berasal dari Inggris. Emma Watson terkenal untuk memainkan karakter Hermione Granger dalam film seri Harry Potter sejak berusia sembilan tahun, watson membintangi semua film Harry Potter dengan Daniel Radcliffe dan Rupert Grint. Watson merintis model debutnya dengan rumah mode Burberry pada tahun 2009. Sebelumnya, ia hanya pernah bertindak dalam beberapa pertunjukan drama di sekolah 2001-2011.
 
Orangtuanya bernama Jacqueline Luesby dan Chris Watson, keduanya bekerja sebagai pengacara. Watson tinggal di Paris sampai ia berusia lima tahun. Orangtuanya bercerai ketika ia masih sangat muda. Setelah orang tuanya bercerai, Watson tinggal dengan ibunya dan adik di Oxfordshire, tapi dia masih menghabiskan akhir pekan dengan ayahnya di London. Dia bisa berbicara sedikit Perancis, tapi tidak sebagus dia berbicara bahasa Inggris.Sejak usia enam tahun, Watson sudah bercita-cita menjadi seorang aktris. Beberapa tahun kemudian, dia berlatih di sebuah teater sekolah bernama Stagecoach Theatre Arts. Di sana, dia menghadiri kelas tari, menyanyi, dan akting. Pada usia 10 tahun, Watson telah muncul di berbagai pertunjukan drama sekolah, termasuk memainkan Arthur The Young Tahun The Happy Prince. Dia tidak pernah bertindak profesional sebelum produksi Harry Potter dimulai.
Setelah pindah ke Oxford dengan ibu dan kakaknya, Watson dididik di Sekolah Naga sampai Juni 2003 dan kemudian pindah ke Headington School, juga di Oxford. Setelah lulus dari sekolah tinggi, Watson tidak melanjutkan studinya, karena dia sedang syuting Harry Potter dan Relikui Kematian yang dimulai pada bulan Februari 2009.
Pada bulan Juli 2009, Watson akan kuliah di Brown University, yang terletak di Providence, Rhode Island. Pada bulan Maret 2011, setelah kuliah selama 18 bulan, Watson mengumumkan bahwa dia diskors studinya selama satu atau dua semestersto Hallows - Part 2 dan proyek lainnya. Watson kemudian melanjutkan studinya di Worcester College, Oxford University. Watson dijadwalkan untuk kembali ke Brown di tahun lalu, tapi dia ditunda sehubungan dengan keterlibatannya dalam beberapa proyek film. Watson lulus dari Brown University Mei 2014.

Pada tahun 1999, proses casting untuk film Harry Potter dan Batu Bertuah yang diangkat dari novel laris yang ditulis oleh penulis Inggris JK Rowling, dimulai. Agen Casting menemukan Watson berdasarkan informasi dari pada guru teater Oxford, dan produser dari film ini juga terkesan dengan keyakinan Watson. Setelah delapan audisi, produser David Heyman menjelaskan kepada Watson, Daniel Radcliffe dan Rupert Grint bahwa mereka bertiga terpilih untuk memerankan tiga karakter di teman-teman sekolah film, yang Hermione Granger, Harry Potter dan Ron Weasley. Rowling juga mendukung Watson untuk memerankan karakter setelah menonton tes layar pertama.
Pelepasan Harry Potter dan Batu Bertuah pada tahun 2001 menjadi debut pertama Watson di layar lebar. Film ini memecahkan rekor untuk dilihat setiap hari dan pandangan mingguan serta film dengan pendapatan tertinggi pada tahun 2001 Berbagai pujian dilemparkan pada penampilan dari tiga karakter utama. Terkadang pujian khusus juga dimaksudkan untuk penampilan Watson.
Setahun kemudian, Watson sekali lagi memerankan Hermione dalam film Harry Potter dan Kamar Rahasia, seri kedua dari film Harry Potter. Akting Watson di film ini juga mendapat pujian dari beberapa kritikus. Los Angeles Times menemukan Watson dan dua temannya semakin matang dalam film ini.
Watson luar pertama bertindak Harry Potter dalam film BBC pada tahun 2007, berjudul Ballet Shoes, diadaptasi dari novel dengan judul yang sama yang ditulis oleh Noel Streatfeild. Sutradara film, Sandra Goldbacher, berkomentar bahwa Watson adalah sempurna dalam bermain karakter Pauline Fossil. Ballet Shoes ditayangkan di Inggris pada bulan Desember 2007 dan disaksikan oleh lebih dari 5,7 juta pemirsa.Pada bulan Januari 2014, Watson mulai berkencan asal Oxford pemain rugby, Matt Janey, yang dia bertemu di pertandingan pada bulan Desember. Sebelumnya, dia dikabarkan telah terlibat asmara dengan Will Adamow ICZ dan musisi George Craig.Watson mengungkapkan bahwa dia adalah seorang feminis. Dia berkampanye untuk pendidikan untuk anak perempuan remaja dan mengunjungi Bangladesh dan Zambia untuk mencapai tujuan ini. Pada bulan Juli 2014, ia diangkat sebagai Duta Besar Wanita PBB. Pada bulan Januari 2014, Watson mulai berkencan asal Oxford pemain rugby, Matt Janey, yang ia bertemu dalam sebuah pertandingan di bulan Desember. Sebelumnya, ia dikabarkan telah terlibat asmara dengan Will Adamo- wicz dan musisi George Craig. Watson mengungkapkan bahwa dia adalah seorang feminis. Dia berkampanye untuk pendidikan untuk anak perempuan remaja dan mengunjungi Bangladesh dan Zambia untuk mencapai tujuan ini. Pada bulan Juli 2014, ia ditunjuk sebagai Duta Besar Wanita PBB. Sekarang, Watson masih membintangi film dan melanjutkan studinya di oxford.

artikel pola hidup sehat

Hidup Sehat Tanpa Gorengan

Siapa sih yang tidak suka gorengan. Hampir setiap orang Indonesia menyukainya. Gorengan adalah makanan yang akan selalu kita temukan dimanapun kita berada. Gorengan adalah santapan nikmat yang selalu menjadi menu utama ketika kita santai. Tapi, tahukah anda bahwa gorengan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Gorengan dan Bahayanya bagi Kesehatan

Hasil penelitian yang dilakukan di Swedia oleh Eden Tareke dan team dari Stockhlom University menunjukkan bahwa makanan yang banyak mengandung karbohidrat, seperti kentang, jika telah digoreng dapat merangsang pembentukan senyawa karsigonogenik, yaitu bahan pemicu kanker, bernama akrilamida. Makanan yang digoreng termasuk roti, biskuit, daging, ikan dinyatakan positif mengandung akrilamida. Bahkan makanan cepat saji yang saat ini menjadi andalan di restoran-restoran cepat saji seperti  potato chip atau keripik kentang dan french fries atau kentang goreng disebut yang paling buruk, nah..lo. Mengapa  demikian? Ternyata menurut mereka  dibandingkan dengan gorengan lainnya kentang goreng dan kripik kentang mengandung lebih banyak akrilamida yaitu salah satu senyawa kimia berbahaya yang diduga dapat memicu kanker.

Lemak Nabati tidak Berbahaya?

Awalnya saya menganggap bahwa semua lemak nabati tidak berbahaya bagi kesehatan. Tetapi ternyata tidak termasuk minyak kelapa atau minyak sawit. Apakah buah kelapa dan sawit juga berbahaya bagi kesehatan? Ternyata mengkonsumsi buah kelapa dan sawit tidak sama dengan mengkonsumsi minyak kelapa, artinya tidak berbahaya, bahkan mengkonsumsi kelapa muda termasuk airnya, sangat dianjurkan untuk kesehatan. Bahkan amat bermanfaat untuk mengeluarkan sisa-sisa racun di dalam tubuh.
Lalu, mengapa minyak goreng dianggap berbahaya? Ternyata ini disebabkan oleh proses pengulangan dalam suhu tinggi dan dalam jangka waktu yang lama. Proses ini mengakibatkan minyak goreng memberikan kontribusi yang sangat tinggi bahkan tertinggi terhadap asupan asam lemak jenuh, yaitu asam lemak yang sangat sulit dicerna.
Pada umumnya asam lemak jenuh berasal dari hewan, seperti kambing, sapi, babi, dan lain-lain. Mengkonsumsi lemak jenuh secara berlebihan, ini termasuk gorengan, menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri dan penyakit jantung koroner.
Bahaya lain dari asam lemak jenuh adalah dapat menyebabkan bayi lahir prematur. Hal ini disebabkan tingginya asupan lemak jenuh dapat menggangu asupan lemak tak jenuh yang sangat dibutuhka oleh calon bayi. Bahkan berdasarkan studi di Amerika Serikat, lemak tak jenuh disebut sebagai penyebab kanker payudara pada wanita yang mengalami menopause.

Contoh Essay tentang pendidikan

Didikan Guru Cerminan Masa Depan

            Negara maju tentunya tidak terlepas dari dunia pendidikan. Semakin tinggi kualitas pendidikan suatu negara, maka semakin tinggi pula kualitas sumber daya manusia yang dapat memajukan dan mengharumkan negaranya. Sebenarnya, tidak ada perbedaan antara sumber daya manusia antara negara maju dan negara berkembang, yang berbeda hanyalah cara mendidik sumber daya manusia itu sendiri. Hal ini tentunya tidak telepas dari peran seorang guru. Hal yang terpenting namun sering terlupakan dari seorang guru dalam mendidik siswanya adalah kejujuran. Bohong adalah bibit korupsi, dan menyontek adalah perilaku korupsi kecil. Apakah seorang guru yang membiarkan siswanya menyontek telah mendidik siswanya berperilaku jujur? Lihatlah, banyak siswa yang menyontek demi nilai dan tugas terpenuhi tanpa mengerti apa yang mereka kerjakan. Tidak sedikit pula para siswa mengikuti tambahan pada guru mata pelajaran tertentu demi mendapatkan nilai bagus. Banyak guru yang tidak menerangkan, meremehkan siswanya, membiarkan siswanya tidak bisa, mengajarkan siswanya bahwa nilai dapat dibeli dengan uang, dan perilaku yang sering terjadi pada saat siswanya menghadapi UN, yaitu tidak percaya akan kemampuan siswanya.
            Nilai adalah sesuatu yang kita peroleh dari perilaku atau usaha kita. Namun, nilai perilaku jarang diperhitungkan. Apakah perilaku pada nilai rapor diberikan sebagaimana mestinya? Rasanya nilai perilaku hanya formalitas terpenuhinya nilai rapor dengan mencantumkan huruf A, B, atau C. Lain halnya dengan nilai mata pelajaran. Apakah kita pernah mendengar syarat mendapat beasiswa adalah nilai kerapihan, kejujuran, kedisiplinan, kerajinan minimal B? Kita lebih sering mendengar, untuk syarat mendapatkan beasiswa minimal nilai marematika, akutansi, geografi, fisika atau nilai eksak lainnya rata-rata 75. Dengan giat, setiap siswa pun akan mengejar angka diatas 75. Bagaimana jika seorang siswa tersebut dihadapkan dengan guru yang pelit? Siswa tersebut akan berjuang mendapatkan nilai diatas 75 dengan menghalalkan segala cara. Banyak siswa yang berpikir, “Belajar sampai malam belum tentu nilainya bagus, kalau open book, pasti jawabannya bagus dan peluang mendapat nilai bagus pun terbuka lebar.” Pernahkah kita membayangkan seorang guru memberikan nilai lebih dari nilai KKM baik untuk siswa yang diremedial ataupun yang tidak? Mungkin semua siswa tidak akan menghalalkan segala cara. Remedial terus menerus sampai mendapat nilai sesuai KKM tidak salah, tetapi memberikan 3 poin diatas nilai KKM sebagai nilai perjuangan remedial, apa salahnya?
            Seorang guru berhak memberikan nilai pada siswanya dan memberi tahu kriteria penilaiannya. Tapi apakah seoarang guru pernah mengajarkan bagaimana seorang siswa harus berjuang demi mendapat nilai darinya? Mungkin ada sebagian guru yang mengajarkan itu semua, tapi seorang siswa juga memperhitungkan kebiasaan guru tersebut. Jika guru itu malas membaca tugas para siswa dan hanya membubuhkan tanda tangan sebagai pengahargaan bagi usaha siswa mengerjakan tugas, para siswa juga cenderung mengerjakan tugas dengan asal-asalan dan menyalinnya dari internet atau temannya tanpa mereka mengerti apa yang mereka salin. Sebenarnya apa tujuan guru memberi tugas tersebut? Untuk nilai atau agar siswanya mengerti materi yang ditugaskan? Kebanyakan para siswa akan memilih pekerjaan instan, yaitu menyalin. Apa bedanya tanda tangan yang diberikan guru untuk tugas seorang siswa yang menyalin tugasnya dari teman dengan hasilnya sendiri? Apa istimewanya tanda tangan yang diberikan guru untuk tugas yang dikerjakan asal-asalan dengan tugas yang dikerjakan sungguh-sungguh hingga mereka mengerti?

            Begitu sulit nilai yang harus kita kejar, begitu sulit nilai yang guru berikan pada kita, dan betapa sering kita kecewa akan nilai yang kita peroleh. Tidak jarang orang tua yang rela mengeluarkan uang agar anaknya mendapat nilai yang bagus dengan mengikuti tambahan. Dan tidak heran pula apabila guru mengadakan tambahan bagi siswanya. Tidak ada yang salah dengan guru yang memberikan tambahan pada siswanya, yang salah adalah seorang guru yang memberikan nilai lebih dan membocorkan soal dan jawaban ulangan pada siswa yang mengikuti tambahan dengannya. Sebenarnya tujuan guru memberikan tambahan untuk apa? Untuk mendapatkan uang atau membantu siswanya untuk lebih mengerti pelajaran? Tujuan siswa mengikuti tambahan itu untuk apa? Untuk mendapat nilai bagus atau lebih mengerti pelajaran. Kita dididik dengan cara yang salah, dan dengan cara yang salah pula kita akan membangun masa depan yang baik untuk diri kita sendiri tanpa mementingkan orang lain.
            Guru yang baik akan menghargai kekurangan dan kelebihan siswanya. Dan guru yang mendukung siswanya adalah guru yang percaya akan kemampuan siswanya. Guru yang membocorkan soal ulangan atau mengerjakan soal UN lalu menyebarluaskan kunci jawabannya kepada siswanya, berarti guru tersebut tidak percaya dengan kemampuan siswanya dan kemampuan dirinya dalam mengajar. Seharusnya guru percaya pada siswanya bahwa mereka bisa dan pasti bisa. Dengan membocorkan kunci jawaban atau membocorkan soal, sama saja dengan membuat para siswa berpikir betapa sulitnya soal UN hingga para guru turun tangan dan para guru mengajarkan siswanya untuk tidak jujur. Memang dibalik kesulitan itu pasti akan ada kemudahan. Tapi mendapatkan kunci jawaban bukanlah kemudahan yang dimaksud. Itu semua mengajarkan kita untuk berbuat tidak jujur dan tidak percaya dengan kemampuan kita sendiri dan menyia-nyiakan alat indra yang Tuhan kasih kepada kita.
            Kejujuran memang pahit, tapi akan indah di akhir. Kejujuran memang datang dari diri sendiri dan untuk diri sendiri pula, tapi tidak ada salahnya mencontohkan kejujuran untuk orang lain dan mendidiknya untuk berperilaku jujur. Betapa indahnya negara ini berkembang dengan kejujuran. Tidak ada korupsi dan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” dapat berarti sesuai dengan arti yang sebenarnya. Tidak ada yang salah dengan kondisi bangsa ini karena semenjak bersekolah kita mencontohkan perilaku yang tidak jujur dan dididik untuk tidak jujur. Lihatlah, ilmu yang kita cari tidak bisa mencerdaskan kehidupan bangsa ini. Uang yang kita pakai untuk memperoleh nilai ini tidak dapat mengantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang maju. Dan nilai yang kita peroleh tak pernah bisa menggeser negara maju nomor 1 di dunia, tetapi nilai yang kita peroleh telah mengantarkan bangsa ini menjadi negara korupsi peringkat ke 4 di dunia. Walaupun kejujuran tak pernah bisa menggeser negera maju nomor 1 di dunia dan mengantarkan negara ini menjadi negara maju, tetapi setidaknya kejujuran dapat membuat bangsa ini menjadi bangsa yang makmur dan sejahtera.

Cerpen Remaja



Kado Terakhir untuk Sang Sahabat

Cahaya sang fajar mulai muncul,angin pagi yang menyejukan tak heran membangunkan Rita, ia adalah seorang gadis SMA periang yang telah menjalin persahabatan dengan keempat sahabatnya ,yaitu Roro,Weni,Kesti dan Intan.
Pada hari itu pun bertepatan dengan ulang tahun weni. Rita pun bergegas pergi ke sekolah untuk memberikan kejutan kepada Weni. Rita  pun keluar dari kamarnya dan berpapasan dengan ibunya.
“Rita, sini sayang sarapan dulu”
“Iya mah, aku sarapan disekolah aja, aku lagi buru-buru nih.”
“Rita, mamah masakin buat kamu loh nak..”
“Iya mamah iya, aku makan deh “
Tiba-tiba suasana ruang makan pun menjadi tegang, papah dan mamahnya Rita hanya sebatas melihat Rita mengambil nasi ke piringnya , Rita pun melanjutkan sarapannya dan bergegas untuk pergi ke sekolah.
“Pah ,mah rita berangkat “
“Sini dulu nak, ada yang ingin papah dan mamah sampaikan padamu nak”
“Ada apa pah?” jawab Rita
Papah Rita pun memberikan sebuah surat kepada Rita yang ternyata isinya adalah surat pindah sekolah Rita yang ternyata papahnya dipindahkan kerjanya ke luar kota dan menjadi tuntutan bahwa keluarganya harus pindah pada hari itu juga, Rita pun kaget dan tak rela meninggalkan sahabatnya serta kenangannya itu tapi akhirnya ia pun menerima keadaan.
“Mah pah, sebelum aku pergi boleh aku pergi kesekolah aku harus kabarin ini semua ke sahabat aku”
“Tapi kita tidak punya banyak waktu lagi, semuanya sudah siap untuk berangkat” tegas papahnya
Please pahhh, boleh yahh,”
“Yaudah, tapi cuma sebentar aja , inget itu.”
“Iya pahh..”
Akhirnya Rita dan keluarganya pun pergi ke bandara dan mampir ke sekolah Rita untuk mewujudkan keinginannya. Dengan membawa kado  dan sepucuk surat ia pun bergegas pergi kesekolah dan menemui sahabatnya. Ternyata, Weni,Kesti,Intan,dan Roro sedang keluar karena ada pelajaran olahraga , akhirnya pun Rita tak bisa menunggu dengan keterbatasan waktu. Dia pun menitipkan surat dan kado itu kepada satpam dan Rita pun bergegas ke bandara, tak lama kemudian sampailah sahabatnya itu di sekolah.
“Eh liat deh ,bukannya itu mobilnya Rita?” Tanya Roro
“Iya itu mobilnya rita, dia pergi kemana yah ko dia enggak bilang-bilang kalau dia gak sekolah hari ini ” Jawab Kesti
Mereka pun menemui satpam dan menerima kado serta surat dari Rita. Mereka  pun terkejut dengan semua ini, khususnya Weni karena  ini adalah kado terburuk yang ia terima, tanpa berpikir panjang ia pun pergi menyusul Rita dan mengejar mobilnya yang tak lama beranjak dari sekolahnya itu. Tiba-tiba mobil pun datang dari kejauhan dengan kecepatan tinggi dan menabrak Weni yang sedang berlari mengejar mobilnya Rita.
Akhirnya Weni pun dilarikan kerumah sakit, di ruang tunggu ICU semua berkumpul tak terkecuali Rita beserta keluarganya. Setelah menunggu beberapa jam kemudian dokter pun keluar dan mengabarkan kalau Weni sudah meninggal. Semua pun menangis suasana hiruk pikuk terus menyelimuti orang-orang disana.Rita pun menyesali dengan keadaan ini,ia berpikir ialah yang menyebabakan semua ini terjadi, Rita terus menangis ia tidak melihat Weni untuk yang terakhir kalinya dan kado itupun menjadi kado terakhir yang ia berikan kepada sang sahabatnya.
Kesti,Roro,dan Intan pun terus menenangkan Rita dan mencoba menyadarkan Rita bahwa ini adalah takdir, sehingga Rita pun perlahan menghapus air matanya dan menerima keadaan ini.
Sehingga keluarga Rita pun memutuskan untuk tidak jadi pindah. Setelah itu Rita, Roro,Intan dan Kesti terus bersama-sama dalam sebuah ikatan yaitu persahabatan, dan Weni adalah sahabat yang selalu mereka kenang dan ingat selalu sepanjang masa .

Cerpen Kekeluargaan



Bukan Kiriman Dari Ayah

Angin pantai menusuk rusuk sang bapak yang sedang berfikir atas beban kehidupannya. Setelah itu, ia pulang dengan membawa hasil pemikirannya. Ia memutuskan untuk pergi merantau dengan tujuan memperbaiki kehidupannya menjadi lebih baik. Awalnya ibu dan anaknya tidak mengizinkan bapaknya untuk pergi tetapi akhirnya mereka mengizinkan bapaknya untuk pergi.
          Akhirnya bapaknya pun pergi merantau ke kota dengan menumpang kapal temannya itu.Beberapa bulan kemudian datanglah surat pertama dari bapaknya itu dan dengan jinjingan beras serta lauk pauk yang dijanjikan bapaknya , isi suratnya mengatakan bahwa bapaknya baik-baik saja dan mendapatkan pekerjaan yang layak.
          Sebulan kemudian sama seperti sebelumnya yaitu sepucuk surat yang sama percis tanpa kurang sepatah kata pun  dan jinjingan beras beserta lauknya, tak heran toni pun bingung dengan keadaan ini dan terus menanyakan kapan ayahnya pulang dan hal itu terjadi dibulan kedepannya, hingga menjelang satu tahun toni pun memutuskan untuk menyusul bapaknya ke kota.
“Tidak toni, kamu jangan pergi nak bapakmu baik-baik saja bahkan kita mendapatkan kehidupan yang lebih baik.” Tegas ibu
“Tidak bu,kehidupan kita tidak lebih baik tanpa kehadiran bapak.”
Dan akhirnya ibunya pun mengizinkan toni untuk pergi menyusul ayahnya dengan membawa alamat tempat ayahnya kerja , dia bertemu dengan seseorang yang ternyatakenal dengan bapaknya itu. Lalu mereka pun berbicang panjang tentang cerita Toni dengan balutan kesedihan . akhinya seseorang itu pun menceritkan sesuatu hal tentang bapaknya itu .
“ Ton maafkan bapak sebelumnya , bapak tidak bermaksud membohongimu seperti ini ,bapak hanya menjalankan amanat dari bapakmu, bapakmu sangat baik nak , dia peduli terhadap keluarganya bahkan pada bapak sendiri , bapak sangat berhutang budi bahkan berhutang nyawa pada bapakmu ini.”
“Maksud bapak ?” Tanya Toni heran
“Sebenarnya yang mengirimu surat dan jinjingan makanan itu adalah bapak yang ada di depanmu ini . sebenarnya bapakmu sudah tidak ada saat perjalanan ke kota karena diterjang badai besar , ketika itu bapak hampir putus asa karena terkunci di ruang bagian kapal yang pada saat itu kapal hampir tenggelam tapi bapakmu sungguh mulia dia menyelamatkan bapak , bapak segera meloncat ke kapal lain tapi sayangnya bapakmu tak tertolong karena badai besar begitu cepat meyerang.”
Toni pun menangis dan tak menerima kenyataan , tapi akhirnya dia menerima semua ini. Toni dan ibunya pun tinggal di kota bersama sesorang itu , ia pun berjanji akan memenuhi segala kebutuhan Toni dan ibunya.