Sabtu, 15 November 2014

manusia dan pandangan hidup



MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP


A.   PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar itu manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup. Pandangan hidup berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
  1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
  2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu Negara
  3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka panandangan hidup itu  disebut ideology. Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsure-unsur  yaitu : cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. CIta-cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmana, dan kepercayaan kepada Tuhan.
B.   CITA-CITA
Menurut kamus umum bahasa Indonesia cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan dating. Pada umumnya cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi, dengan perkataan lain : cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya.
Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan. Disini persyaratan  dan kemampuan tidak/belum dipenuhi sehingga usaha untuk mewujudkan cita-cita itu tidak mungkin dilakukan. Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan dating sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Dapatkan seseorang mencapai apa yang dicita-citakannya tergantung dari 3 faktor; pertama factor manusia yang memiliki cita-cita, kedua kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakannya dan ketiga seberapa tinggikah cita-cita yang hendak dicapai.

C.   KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yagn sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.. Sebagai mahluk pribadi, manuda dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik dan buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan didalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku. Jadi suara hati dapat merupakan hakin untuk diri sendiri.
            Suara hati selalu memilik yang baik, sebab itu ia selalu mendesak orang untuk berbuat yang baik bagi dirinya. Oleh karena itu, kalau seseorang berbuat sesuatu sesuai dengan bisikan hatinya, maka orang tersebut perbuatannya pasti baik. Jadi berbuat dan bertindak menurut suara hati, maka tindakan itu adalah baik. Jadi baik atau buruk itu dilihat menurut suara hati sendiri. Meskipun demikian harus dinilai dan diukur menurut suatu atau pendapat umum. Jadi kebajikan adalah perbuatan yang sesuai dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya, karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri, sehingga tingkah laku setiap orang berbeda-beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku seseorang adalah: factor pembawaan, factor lingkungan dan pengalaman.

D.   USAHA/PERJUANGAN
Usaha /perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun denan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan, karena kemampuan terbatas timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya,

E.   KEYAKINAN/KEPERCAYAAN.
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat yaitu :

A.    Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari nature, dan itu dari Tuhan. Tetapi yang tidak percaya pada Tuhan, nature itulah yang tertinggi. Aliran naturalisme berisikan spekulasi mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada

B.     Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika/akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir, mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan piker (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses. Dengan akal diciptakan teknologi, teknologi adalah alat Bantu mencapai kebajikan yang maksimal, walaupun mungkin teknologi memberi akibat yang bertentangan dengan akal. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal.Benar menurut akal itulah yang baik. Manusia yakin bahwa kebajikan hanya dapat diperoleh dengan akal (ilmu dan teknologi). Pandangan hidup ini disebut liberalisme. Kebebasan akal menimbulkan kebebasan bertingkah laku dan berbuat, walaupun tingkah lakudan perbuatannya itu bertentangan dengan hati nurani. Kebebasan akal lebih ditekankan pada setiap individu. Karena itu individu yang berakal (berilmu dan berteknologi) dapat menguasai individu yang berpikir rendah (bodoh)

C.    Aliran Gabungan
Dasar aliran ini idalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Jadi apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani. Apabial aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbil dua kemungkinan pandangan hidup. Apabila keyakinan lebih berat didasarkan pada logika berpikir, sedangkan hati nurani dinomorduakan, kekuatan gaib dari Tuhan diakui adanya tetapi tidak menentukan, dan logika berpikir tidak ditekankan pada logika berpikir individu, melainkan logika berpikir kolektif (masyarakat), pandangan hidup ini disebut sosialisme. Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari Tuhan dan akal, kedua-duanya mendasari keyakinan secara berimbang, akan dalam arti baik sebagia logika berpikir maupun sebagai daya rasa (hati nurani), logika berpikir baik secara individual maupun secara kolektif panangan hidup ini disebut sosialisme-religius. Kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani, semuanya itu berkat karunia Tuhan.


F.    LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK

1.      Mengenal
Merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.
2.      Mengerti
Mengerti terhadap pandangan hidup disini memegang peranan penting memegang peranan penting.karena dengan mengerti, ada kecenderungan mengikuti apa yang terdapat dalam pandangan hidup itu.
3.      Menghayati
Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu.
4.      Meyakini
Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderug memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
5.      Mengabdi
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain.
6.      Mengamankan
Langkah yang terakhir ini merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.





PENGALAMAN PRIBADI
Semua orang memiliki pengalaman tentang pandangan hidup kedepan. Disini saya akan menceritakan pengalaman hidup saya. Jujur saya  itu orang yang pemikir akan kedepan, apa sih yang kita inginkan? Yang pasti sukses di dunia dan akhirat memang dalam hidup ini banyak manusia yang mungkin emang ditakdirkan untuk hidup enak, dan ada juga yang hidup sederhana dan juga hidup susah, allah itu maha adil "tidak akan ada orang kaya kalo tidak ada orang miskin" jika dunia isinya orang kaya, maka kiamatlah dunia ini.
Yang pasti semua orang ingin hidup bahagia dunia dan akhirat, dan kedepannya pandangan hidup saya ingin bisa membahagiakan orangtua saya dan keluarga. Dengan cara meraih cita-cita saya dengan sukses yaitu ingin mempunyai perusahan sendiri yang bisa bersaing di mancanegara, aamin walaupun sepertinya sulit  tetapi segala sesuatu tidak ada yang tidak mungkin.dan yang pasti ingin mempunyai suami sholeh baik dan aman sejalan dengan saya, sukses bareng-bareng. Dan diberikan kekuatan dan kesehatan bagi saya maupun keluarga dan kerabat dekat.
Semenjak kecil sebenarnya cita-cita saya adalah ingin menjadi dokter, karena pemikiran masih kecil kelihatannya keren menjadi dokter bisa membantu orang lain dengan seragam putih-putihnya dengan steteskop ditelinganya. Tetapi itu semua angan belaka kita ketahui bahwa impian masa kecil hanya sebatas keingin main-main. Saat saya kelas 6 SD sepertinya pemikiran saya agak sedikit kedepan saya tidak berfikiran kembali ingin menjadi dokter, kenapa? Sebenarnya saya ingin sekali menjadi dokter tetapi saat itu saya berfikir saya tidak bisa menjadi dokter karena kita tahu bahwa biaya menjadi dokter tidak sedikit saya tidak mau mebebankan orangtua saya, dan saat sudah dewasa seperti ini saya berfikir memang itu bukan pandangan hidup saya.
Saat saya menginjak SMP masih labil sekali saya bahkan tidak tahu mau jadi apa nanti, tapi saat SMP prestasi saya mulai meningkat, saya alhmadlilah mendapat peringkat 3 besar.dengan itu saya mulai berfikir kedepan. Saat itu saya terinspirasi dengan pengusaha-pengusaha muda dindonesia saat itu saya sedang menonton televise disitu dikatakan bahwa pengusaha muda Indonesia adanya sangat baik bersaig dengan mancanegara didunia termasuk negara-negara adikuasa seperti amerika, ia sampai membangun perusahaan diamerika. Dengan itu, saya sangat ingin menjadi seperti dia.
Setelah saya SMA yaitu kelas 3 , saya sudah mebultkan tekad ingin masuk jurusan teknik. Dulu saya ingin sekali menjadi teknik , keinginan tersebut tumbuh saat saya belajar fisika dengan guru saya disekolah, karena saya senang dengan pelajaran fisika terutama dengan materi mekanika , saat itu guru saya sedang menjelaskan titik berat , ia menelaskn bahwa yang seperti ini adalha pekerjaanya teknik sipil.
Saat itu saya kekeh dengan cita-cita saya yaitu jadi insinyur muda sipil yang mengecek bangunan besar dikota-kota indonesia. Setelah itu ada tes undangan dari undip yaitu PSSB D3 undip , lalu saya mengikutinya dan saya memilih teknik sipil dan alhamdulilah saya lolos masuk jadi mahasiswa undip.tetapi, sangat disayankan dan disesali sampai detik ini bahwa orang tua saya tidak mengizinkan keluar daerah saya, karena mereka berpikir bahwa anak perempuan tidak boleh jauh-jauh. Dan juga teman-teman laki-laki saya mereka menyarankan agar saya tidak memilih teknik , karena alamiahnya seorang perempuan tidak untuk mengambil jurusan tersebut. Dan akhirnya saya berfikir untuk masuk jurusan teknlogi pangan setidaknya agak kewanita-wanitaan. Tetapi, mungkin jodoh saya bukan dijurusan itu saya pun tidak lolos.
Entah ini jalan atau seperti apa saya ambil jurusan teknik industry, saya awalnya mau mengambil jurusan ekonomi karena saran dari mamah dan kakakku, saat saya mendaftar ternyata ayah saya tidak mengizinkannya, karena ia berkeingnan salah satu anaknya lulusan sarjana teknik, akhirya saya pun mengikuti saran dan kebeteulan saya pun memang ingin menjadi insinyur, lalu masuklah saya dijurusan saya yaitu teknik industry dan saya tidak merasa meyesal sedikitpun masuk jurusan ini dengan harapan cita-cita saya menjadi pengusaha muda dan mempunyai perusahaan dimancanegara tidak hanya menjadi angan-angan belaka, kaarena tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Aamin.


DAFTAR PUSTAKA
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar­_/bab2-manusia_dan_kebudayaan.pdf

Minggu, 09 November 2014

IBD : manusia dan keadilan



MANUSIA DAN KEADILAN

A. Pengertian Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.
Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan.
Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat.
Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
B. Keadilan Sosial
Berbicara tentang keadilan, Anda tentu ingan dasar negara kita ialah Pancasila. Sila kelima Pancasila berbunyi : “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Keadilan dan ketidak adilan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapi keadilan atau ketidakadilan setiap hari.
Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu,diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk , yakni :
1.      Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan
2.      Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain
3.      Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
4.      Sikap suka bekerja keras
5.      Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama 
Keadilan sosial mengandung arti memelihara hak-hak individu dan memberian hak-haknya kepada setiap orang yang berhak menerima karena manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang tidak bisa berdiri sendiri dalam memenuhi segala kebutuhannya.

C. Berbagai Macam Keadilan
a. Keadilan Legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.

b. Keadilan Distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bila hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama.
c. Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat.

D. Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-erbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Barang siapa berkata jujur serta bertindak sesuai dengan kenyataan, artinya orang itu berbuat benar. Orang bodoh yang ujur lebih baik daripada orang pandai yang lancung.

E. Kecurangan
Curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nurani.
Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat di sekelilingnya hidup menderita. Orang seperti itu biasanya tidak senang bila ada yang melebihi kekayaannya. Padahal agama apa pun tidak membenarkan orang yang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan orang lain, lebih pula mengumpulkan harta dengan cara yang curang. Hal semacam itu salam istilah agama tidak diridhoi Tuhan.

F. Pemulihan Nama Baik
Nama baik merupakan suatu pencapaian atau tujuan utama orang hidup. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya baik atau tidak tercemar nama baiknya. Lebih-lebih jika dia menjadi teladan bagi orang atau tetangga di sekitarnya adalah suatu kebangganan batin yang tidak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungan nya dengan tingkah laku atau perbuatan. Baik atau tidaknya nama kita bergantung kepada diri kita sendiri menyikapi dan menjalani kehidupan kita bersosialisai atau bermasyarakat di sekitar kita.
Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatn-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya.
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia , yaitu :
a.       Manusia menurut sifat dasarnya adalah mahluk moral
b.      Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri  yang harus dipatuhi manusia  untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.
Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.

G. Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yagn penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.









PENGALAMAN
Keadilan dalam diri manusia sangat penting untuk di terapkan.dengan itu saya akan memaparkan pengalaman hidup saya yang berkaitan dengan keadilan.
Dalam skala kecil yaitu dalam keluarga perlu diterapkannya keadilan,, contohnya dalam keluarga saya , seperti pembagian uang jajan orang tua saya membagikan uang jajan sesuai tingkatan dan kebutuhan anak-anaknya contohnya anak pertama di beri uang jjan sebesar rp.20.000.- dan anak kedua yang duduk di bangku sekolah dasar sebesar rp.10.000.- pembagian uang jajan itu di berikan  berdasarkan kebutuhan,dan keperluannya masing-masing. Dan yang lebih tua di berikan uang jajan sedikit lebih besar di bandingkan yang kecil, karna kebutuhan yang tua sedikit lebih banyak di bandingkan yang kacil.dan kasih sayang yang diberikan orangtua pun merata tidak pilih kasih.
Keadilan pun  bukan hanya kepada sesame, tetapi pada diri sendiri terutama pada sang pencipta yaitu allah swt. Kadang saya saat merasa bahagia lupa dengan dan dari siapa saya harus bersyukur, tetapi saat saya lagi sakit saya merasa sangat dekat dengannya. Tetapi ternyata dalam keadaan apapun saya harus tetap mengingatnya.
Dan pada diri sendiri saya kadang tidak adil, saya harus mengimbangi kegiatan dan kesehatan saya.
Begitupun dengan teman , saya harus adil memperlakukan teman saya. Memang dengan kita adil kita harus jujur. Ada dua orang teman saya . Waktu itu, saya pergi study tour ke jogja da kedua temanku tidak ikut. Lalu saya pun membelikan oleh-oleh kepada mereka tetapi uang saya cukup untuk membeli satu barang, akhirnya pun saya membeli satu  barang itu, setalah saya pulang , saya bertemu dengan teman saya dia menanyakan oleh-oleh saya pun memberikan barang yang saya beli, dan saat beberapa waktu kemudian teman saya yng satunya menagih oleh-oleh kepada saya, saya bingung saya tidak membeli 2, akhirnya saya bilang kalau saya tidak membelikan oleh-oleh. Keesokan harinya teman sayapun berbeda dengan biasanya , dia menjauh ternyata dia tahu bahwa saya hanya membelikan teman saya yang satunya saja. Akhirnya saya pun jujur kepada mereka berdua, dan mereka sangan memakluminya. Dan temanku yang kuberikan oleh-oleh dan mengembalikan kepadaku, aku terharu dan sebagai gantinya saya pun menelaktir mereka berdua.
Begitupun dengan lingkungan sekolah, kadang ada saja guru yang tidak adil dengan murid-muridnya , yang pintar makin pintar sedangkan yang tidak bisa dibiarkan. Tetapi ada juga yang adil mereka menganggap semua muridya adalah anak mereka dan membuat siswa-siswanya pintar secara merata. Saat aku duduk disekolah bangku SMP , saya  dipilih menjadi ketua kelas, saat itu sayapun dituntut agar adil dalam memipin kelas.saat itu ada class meeting, dalam acara tersebut diadakan lomba-lomba seperti membaca puisi,membaca berita,cerdas cermat. Dan masih banyak lagi, setelah itu saya sebagai ketua kelas memilih orang-orang yang akan dperlombakan, lalu saya memilih orang yang saya pikir pantas untuk mengikuti lomba tersebut, lalu keesokan harinya saya berangkat pagi lalu saya membersihkan kelas saat itu saya bersama teman saya , saat saya dan teman saya membereskan meja-meja siswa , ada sepucuk kertas yang ditemukan oleh teman saya yang isinya ungkapan dia, bahwa dia sebenarnya ingin mengikuti salah satu lomba tersebut tapi sayang ia tidak dipilh olehku. Saat itu saya tergugah hatinya dan saya berfikir bahwa apa yang saya lakukan sebagai ketua kelas tidak merasa adil.saat bel berbunyi dan teman-teman kelas berkumpul, sayapun mengubah keputusan saya, saya menulis beberapa lomba dipapan tulis dan saya menawarkan kepada mereka yang mau mengikutinya. Dan mereka pun ternyata sangat antusias.
Begitupun dengan lingkungan rumah, keadilan perlu sekali diterapkan, didaerahku sepertinya belum diterapkan, karena saat pembagian beras raskin, saat pembagian  kupon,  sayang yang dibagikan tidak merata, keluarga yang dianggap masih mampu diberikan tetapi kelurga yang harusnya patut dibagikan tidak mendapat kupon tersebut akhirnya terjadi  kerusuhan ditempat pembagian kupon. Dan pembagiannya pun tidak merata akhirnya semakin banyak orang yang protes. Dengan gambaran trsebut bisa kita lihat bahwa dikehidupan kita sehari-hari penting sekali keadilan diterapkan, karena akan merugikan banyak orang.
DAFTAR PUSTAKA

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar­_/bab2-manusia_dan_kebudayaan.pdf

Sabtu, 01 November 2014

manusia dan kegelisahan



MANUSIA DAN KEGELISAHAN


A.PENGERTIAN KEGELISAHAN
Kegelisahan berasal dari kata gelisah , yang berarti tidak tentram hatinya , selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Tidak lain dari semua itu adalah reaksi natural psikologis dan phisiologis akibat ketegangan saraf dan kondisi-kondisi kritis atau tidak menyenangkan. Pada masing-masing orang terdapat reaksi yang berbeda dengan yang lain, tergantung faktor-faktornya, dan itu wajar. Adapun bahwa manusia selalu merasa gelisah hingga membuatnya mengeluarkan keringat dingin, jantungnya berdetak sangat kencang, tekanan darahnya naik pada kondisi. Serta dapat juga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kwatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahanhanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Kegelisahan merupakansalah satu ekspresi kecemasan. Karena itu dalam pengertian sehari-hari kegelisahan juga diartikan kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan. Masalh kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.

Menurut Sigmund Freud, kecemasan dibagi menjadi tiga macam, yakni :

a) Kecemasan obyektif/kenyataan
Kecemasan obyektif adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan sesorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada di dekat dengan benda- benda tertentu atau keadaan tertentu dari lingkungannya. Misalnya, ketakuatn terhadap kegelapan mungkin merupakan pembawaan dari generasi sebelumnya.
Rasa ketakutan atau kecemasan ini lebih mudah diperoleh selama masih bayi atau kanak- kanak, karena organisme yang masih muda lemah dalam menghadapi bahaya- bahaya dari luar dan sering kali dikuasai oleh ketakutan egonya belum berkembang sampai titik, dimana organisme dapat menguasai rangsangan- rangsangan yang jumlahnya berlebihan. Itulah sebabnya kita perlu melindungi anak yang masih kecil terhadap pengalaman- pengalaman traumatic (pengalaman kecemasan).

b) Kecemasan neurotis (saraf)
ditimbulkan oleh suatu pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Kecemasan neurotis selalu berdasarkan kecemasan tentang kenyataan, dalam arti kata bahwa seseorang harus menghubungkan suatu tuntutan naluriah dengan bahaya dari luar sebelum ia belajar merasa takut terhadap naluri- nalurinya. Kecemasan neurotis dapat dibedakan dalam tiga bentuk:

1.    Bentuk kecemasan yang berkisar dengan bebas dan menyesuaikan dirinya dengan segera pada keadaan lingkungan yang kira- kira cocok. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah, yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi.
2.    Bentuk ketakutan yang tegang dan irasional (phobia). Sifat khusus dari pobia adalah bahwa, intensitif ketakutan melebihi proporsi yang sebenarnya dari objek yang ditakutkannya. Misalnya, seorang gadis takut memegang benda yang terbuat dari karet. Ia tidak mengetahui sebab ketakutan tersebut, setelah di analisis; ketika masih kecil dulu ia sering diberi balon oleh ayahnya, satu untuk dia dan satu untuk adiknya, sehingga ia mendapatkan hukuman yang keras dari ayahnya. Hukuman yang didapatnya dan perasaan bersalah menjadi terhubung dengan balon karet.
3.    Reaksi gugup atau setengah gugup, reaksi ini munculnya secara tiba-tiba tanpa adanya provokasi yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan diri yang bertujuan untuk membebaskan seseorang dari kecemasan neurotis yang sangat menyakitkan dengan jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh dia. Meskipun ego dan super ego melarangnya.

c) Kecemasan moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang . Tiap pribadi memiliki bermacam macam emosi antar lain: iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, dan lain lain. Sifat sifat seperti itu adalah sifat sifat yang tidak terpuji , bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir, takut, cemas, gelisah dan putus asa .
Misalnya sesorang yang mersa dirinya kurang ganteng, maka dalam pergaulan ia terbatas kalau ia tidak tersisihkan, sementara itu ia pun tidak berprestasi dalam berbagai kegiatan, sehingga kawan kawannya lebih dinilai sebgai lawan. Ketidakmampuannya menyamai kawan kawannya demikian menimbulkan kecemasan moril.
Studi kasus; manusia memang tak luput dari kesalahan dan dari kesalahan inilah manusia sering kali gelisah oleh Karena itu dalam pengertian sehari-hari kegelisahan juga diartikan kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan. Masalh kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai yang terkadang juga berbuat dan berakibat fatal bagi dirinya.

B. SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH
Apabila kita kaji, sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya . hal itu adalah akibat dari suatu ancaman dari luar maupun dalam.

C. USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN BERFIKIR TENANG ,SEHINGGA SEGALA KESULITAN DAPAT KITA ATASI.
Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri ,yaitu kita harus bersikap tenang .dengan sikap tenang kita dapat

D.  KETERASINGAN
Terasing, diasingkan atau sedang dalam keterasingan sudah ada sejak puluhan bahkan ribuan tahun lamanya. Dimana terasing pada dasarnya dapat didefinisikan sebagi bentuk kehilangan eksistensi diri yang disebabkan tidak adanya pengakuan tentang keberadaan kita “secara hakikat” atau dengan kata lain merasa tersisihkan dan termarjinalkan oleh diri sendiri dan orang lain dalam pergaulan atau mayarakat. Keterasingan disebabkan oleh dua faktor, yaitu :

A. Faktor intern, atau fakor yang berasal dari dalam diri sendiri seperti merasa berbeda dengan orang lain, rendah diri dan bersikap apatis dengan lingkungan.
B. Faktor ekstern, yaitu faktor yang berasal dari luar diri. Faktor ini pun biasanya bersumber pada faktor yang pertama.

E.  KESEPIAN
Aplikasi dan perwujudan dari terasing adalah kesepian. Jika seseorang sudah merasa diasingkan maka orang tersebut akan mengalami kesepian dalam diri dan lingkungan sehingga merasa kesepian. Jika hal ini terus dibiarkan maka orang tersebut akan kehilangan unsur dan karakter unik dalam dirinya senhingga dia pun sulit untuk mengenali dirinya.

Sebab-sebab terjadinya kesepian
Bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian.frustasi dapat mengakibatkan kesepian . dalam hal tersebut itu orang tidak mau diganggu. ia lebih senang dalam keadaan sepi. tidak suka bergaul,dan sebagainya. perbedaan dengan keterasingan terletak pada sebab akibat.kesepian akibat dari keterasingan.

F.  KETIDAKPASTIAN
Berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal usul yang jelas. Itu semua disebabkan oleh pikiran yang tidak dapat berkonsentrasi yang mengacaukan pikirannya.



G. SEBAB-SEBAB TERJADINYA KETIDAKPASTIAN
  1. Obsesi
gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus .
  1. Phobia
rasa ketakutan yang tak terkendali,tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebabnya.
  1. Kompulasi
adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan ,sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali.
  1. Hysteria
neurosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental ,kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri ,sugesti dari sikap orang lain.
  1. Delusi
menunjukan pikiran yang tidak beres ,karena berdasarkan suatu keyakinan palsu
  1. delusi persekusi: menganggap keadaan sekitarnya jelek
  2. delusi keagungan : menganggap dirinya orang yang penting dan besar
  3. delusi melancholis: merasa dirinya bersalah,hina, dan berdosa.

  1. Halusinasi
Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindra.dengan sugesti diri orang bisa berhalusinasi. halusinasi buatan, misalnya mabuk, pemakai bius.
  1. Keadaan emosi
Gangguan nafsu makan, pusing-pusing, muka merah,nadi cepat, keringat, tekanan darah tinggi/lemah.

H. USAHA-USAHA PENYEMBUHAN KETIDAKPASTIAN
Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita. andaikata penyebab sudah diketahui,kemungkinan juga tidak dapat sembuh. jika hal itu terjadi,  maka jalan yang paling baik bagi penderita ialah diajak ke psikiater.

Umumnya manusia tidak menyukai kegelisahan dan mendambakan kebahagiaan. Tapi justru yang ditakutkan itu sering datang pada kehidupan kita. Dan yang didambakan itu sering menjauh dari kita. Mengapa?
Kegelisahan tidak jarang bersahabat dengan umumnya kita. Ada yang gelisah karena faktor-faktor materi, ada juga yang bukan karena hal-hal yang material. Mungkin kegelisahan itu disebabkan antara lain: 
1. Kesulitan ekonomi
2. Takut kehilangan harta, jabatan dan popularitas 
3. Penyakit yang menahun 
4. Kesulitan mendapatkan pasangan hidup yang ideal 
5. Takut kehilangan pasangan hidup 
6. Khawatir gagal dalam berkarier 
7. Dan lainnya

















PENGALAMAN

Setiap manusia pasti pernah mengalami kegelisahan. Kegelisahan adalah tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan menipakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.

Cerita yang saya tuliskan ini adalah pengalaman pribadi saya pada saat-saat menjelang pengumuman hasil kelulusan ujian nasional tingkat SMA. Cerita yang saya tuliskan sangat berhubungan dengan materi IBD kali ini yaitu tentang manusia dan kegelisahan. Saat saya naik ke kelas 3 SMA, saya pun harus berhadapan dengan UN yaitu Ujian Nasioanal, dari situ kegelisahan muncul karena bagaimana cara untuk menghadapi ujian tersebut tanpa rasa takut. Setelah itu saya pun mulai mengikuti les untuk persiapan Ujian Nasional dan sekolah pun juga mengadakan pendalaman materi untuk mempelajari materi-materi Ujian Nasional.

Kemudian hari-hari terus berlalu dan tidak terasa hanya tinggal 3 hari lagi menjelang Ujian Nasional. Disamping itu kecemasan dan kegelisahan yang saya rasakan semakin menjadi, karena takut tidak bisa menyelesaikan soal-soal Ujian Nasional dengan baik. Kemudian saya tetap optimis dan banyak berdoa kepada allah swt. agar diberi ketenangan saat hari Ujian Nasional dimulai. Akhirnya hari yang membuat hati tidak tentram pun datang, dengan rasa optimis saya pun menghadapi ujian tersebut selama 4 hari. Akhirnya juga stelah semua selesai saya pun lega dengan usaha yang saya lakukan selama 4 hari menghadaapi Ujian Nasional dan tinggal menunggu hasil ujian nasional diumumkan.

Hari-hari terus berlalu sampai pada akhirnya pengumuman ujian nasional tinggal sehari lagi diumumkan. Disitipun saya cemas dan gelisah bagaimanakah hasila dari usaha saya selama tiga tahun apakah gagal atau berhasil. Kemudian sekolah-sekolah lain sudah bisa mendapatkan hasil ujian nasionalnya pada malam hari, sekolah saya pun harus menunggu sampai besok paginya dan membuat hati tidak tentram menunggu ketidakpastian. Akhirnya hari-hari yang ditunggu pun tiba, kepala sekolah membacakan pengumuman tersebut dan akhirnya juga sekolah kami pun lulus seratus persen. Saya pun sangat bersyukur atas keberhasilan tersebut dan kecemasan,kegelisahan pun hilang setelah berhasil selama 3 tahun di SMA.
Kegelisahan pernah saya alami ketika saat pengumuman kelulusan SNMPTN. Karena pada saat pengumuman tersebut saya sangat gelisah menunggu hasilnya. Setiap saya tertidur saya selalu bermimpi lulus SNMPTN. Untuk mengatasi kegelisahan saya ini saya selalu berdzikir, sholat dhuha dan berdoa kepada Allah swt. Tibalah saatnya pengumuman berlangsung, namun apa boleh buat saya gagal SNMPTN.

Hal ini membuat saya sedikit kecewa, kenapa saya gagal dalam ujian ini. Beberapa hari kemudian saya tersadar mungkin karena saya kurang giat berlatih mengerjakan soal – soal SNMPTN  makanya saya gagal dalam ujian ini. Pengalaman ini menjadi pengalaman pahit yang tidak pernah saya lupakan. Mungkin dari pengalaman pahit ini saya belajar bahwa untuk mencapai sebuah impian itu tidak mudah karena dibutuhkan usaha keras untuk mencapainya.














DAFTAR PUSTAKA

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar­_/bab2-manusia_dan_kebudayaan.pdf