ILMU BUDAYA DASAR
NAMA
: MEISA LISTIANI
NPM:
36414553
KELAS
: 1ID06
JURUSAN
TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DAFTAR
ISI
BAB
3. MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. Pengertian
penderitaan .......................................................................... .2
B.
Siksaan.................................................................................................... 2
C.
Kekalutan mental...................................................................................
4
D.
Penderitaan dan perjuangan.................................................................... 6
E.
Penderitaan, media masa dan seniman ................................................... 6
F.
Penderitaan dan sebab-sebabnya............................................................. 7
G. Pengaruh
penderitaan ............................................................................. 7
Pengalaman............................................................................................................... 8
Daftar
pustaka ........................................................................................................ 10
BAB 3. MANUSIA DAN
PENDERITAAN
A.
Pengertian
penderitaan
Penderitaan
berasal dari kata derita.kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra
artinya menahan atau menanggung .derit artinya menanggung atau merasakan
sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin,atau
lahir batin.
Penderitaan
termasuk realitas dunia dan manusia .intensitas penderitaan bertingkat-tingkat
, ada yang berat ada juga yang ringan .namun peranan individu juga menentukan
berat-tidaknya intensitas penderitaan . Suatu peristiwa yang dinaggp
penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain
.dapat pula suatu penderitaan merupkan energy untuk bangkit bagi seseorang,atau
sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagian.
B.
Siksaan
Siksaan
dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani ,dan dapat juga berupa
siksaan jiwa atau rohani .akibat siksaan yang dialami seseorang ,timbulah
penderitaan .
Siksaan
yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan,kesepian, dan ketakutan.
Kebimbangan
dialami oleh seeorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan
mana yang akan diambil .misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang
itu pergi atau tidak .
Kesepian
dilami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya
walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.
Seperti
halnya kebimbangan ,kesepian perlu cepat
diatasi agar seseorang jangan terus menerus merasakan pnderitaan bathin .
Sebagai homo socius ,seseorang perlu kawan .
Ketakutan
merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan bathin
.bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya maka disebut
phobia.seperti pada kesepian, ketakutan dapat juga timbul atau dialami oleh
seseorang walupun lingkungan ramai ,sebab ketakutan merupakan hal yang sifatnya
psikis . Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan , antara lain:
1. Claustrophobia
dan agoraphobia
Claustrophobia
adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup .agoraphobia adalah ketakutan yang
disebabkan oleh seseorang berada ditempat terbuka.
2. Gamang
Gamang
merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada ditempat yang tinggi. Hal
itu disebabkan ia taku berada ditempat yang tinggi.
3. Kegelapan
Kegelapan
merupkan suatu ketakutan seseorang bila ia berada ditempat yang gelap. Sebab
dalam pikirannya dalam kegelapan demikian akan muncul sesuatu yang
ditakuti,misalnya setan,pencuri.
4. Kesakitan
Kesakitan
merupkan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami .
5. Kegagalan
Kegagalan
merupakan ketakutan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan
ijalankan mengalami kegagalan.
Apa
yang membuat seseorang menjadi phobia ?
Ahli-ahli
medis mempunyai pendapat yang berbeda-beda dan banyak penderita yang mempunyai
teori tentang asal mula dari ketakutan mereka. Kebanyakan phobianya dimulai dengan
suatu schock emosional atau suatu tekanan pada waktu tertentu.
Umumnya
ada dua aliran tentang penyebab phobia. Ahli-ahli ilmu jiwa cenderung
berpndapat bahwa phobia adalah suatu problema psikologis yang dalam, yang harus
ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang.
Sebaliknya ahli-ahli yang merawat
tingkah laku percaya bahwa suatu phobia adalah problemanya dan tidak perlu
menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan .
Kebanyaka para ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena
sipenderita sepuluh kali lebih parah.
C.
Kekalutan
mental
Penderitaan
bathin dala ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih
sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat
ketidakmampuan seseoran menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang
bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Gejala-gejala
permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
a. Nampak
pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak nafas, demam, nyeri pada
lambung.
b. Nampak
pada kejiwaanya dengan rasa cemas ,ketakutan, patah hati, apatis, cemburu,
mudah marah.
Tahap-tahap
gangguan kejiwaan adalah :
a. Gangguan
kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si pederita baik jasmani mauun
rohaninya.
b. Usaha
memperthankan diri dengan cara negative, yaitu mundur atau lari, sehingga cara
bertahan dirinya salah
c. Kekalutan
merupakan titik patah ( mental breakdown ) dan yang bersangkutan menagalami
gangguan .
Sebab-sebab
timblnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :
a. Kepribadia
ynag lemah akbat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
b. Terjadinya
konflik social budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa
yang ada dalam masyarakat ,sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi
c. Cara
pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap
kehidupan social; over acting sebagai overcompensatie.
Proses-proses
kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya kearah
a. Positif
: trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap
survive dalam hidup
b. Negative
: trauma yang dialami diperlarutkan atau diperturutkan ,sehingga yang bersangkutan
mengalami frustasi ,yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang
diinginkan. Bentuk frustasi antara lain:
1. Agresi
berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tidak terkendali secara fisik berakibat mudah
terjadinya hypertensi (tekanan darah tinggi) atau tindakan sadis yang dapat
membahayakan orang sekitarnya.
2. Regresi
adalah kembali pada pola reaksi yang primitive atau kekanak-kanakan
(infantile),misalnya dengan menjerit-jerit, menangis sampai
meraung-raung,memecah barang-barang.
3. Fiksasi
adalah peletakan atau pembatasan pada suatu pola yang sama (tetap).
4. Proyeksi
merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap
sendiri yang negative pada orang lain
5. Identifikasi
adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imagnasinya.
6. Narsisme
adalah self love yang berlebihan ,sehingga yang bersangkutan merasa dirinya
lebih superior daripada oranglain.
7. Autisme
adlah gejala mentup diri sendiri total dari dunia riil.
Penderitaan
kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti( kota-kota besar,
anak-anak muda usia,wanita,orang yang tidak beragama,orang yang terlalu
mengejar materi).
D.
Penderitaan
dan perjuangan
Setiap manusia pasti mengalami
penderitaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan
manusia yang bersifat kodrati.karena itu terserah kepada manusia itu sendiri
untuk sendiri untuk berusaha mangurangi penderitaan itu semaksimal
mungkin,bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali.manusia adalah mahluk
berbudaya ,dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitan yang mengancam
atau dialaminya. Hal ini membuat manusia itu kreatif ,baik bagi penderita
sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau mengamati penderitaan.
Pembebasan dari penderitaan pada
hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup.caranya ialah berjuang menghadapi
tantangan hidup dalam alam lingkungan ,masyarakat sekitar, dengan waspada , dan
disertai doa kepada tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka.
E.
Penderitaan,
media masa dan seniman
Beberapa sebab lain yang menimbulkan
penderitaan manusia ialah kecelakan, bencana alam, bencana perang, dan
lain-lain.
Berita mengenai penderitaan manusia
silih berganti mengisi lembaran koran, layar tv, pesawat radio, dengan maksud
supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan
manusia.dengan demikian dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu.
Media masa merupakan alat yang paling
tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara
cepat kepada masyarakat.dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk
menentukan sikap antara sesame manusia terutama bagi yang merasa simpati.
F.
Penderitaan
dan sebab-sebabnya
a. Penderitaan
yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan ini kadang
disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi
baik .perbedaan nasib buruk dan takdir, kalau takdir, tuhan yang menentukan
sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya.
b. Penderitaan
yang timbul karena penyakit , siksaan/ azab tuhan
Penderitaan manusia
dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan/azab tuhan. Namun kesabaran,
tawakal, dan optimism dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan
itu.
G.
Pengaruh
penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan
memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul
dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative .sikap negative misalnya
penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri.
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan
hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan , melainkan perjuangan
membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari
kehidupan.
Apabila
sikap negative dan sikap positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada
para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya
. Penilaian itu dapat berupa kemauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai
kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah
tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai .
Keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan.
Pengalaman
Manusia
tak luput dari penderitaan tak ada satupun manusia yang selama hidupnya tidak
merasakan penderitaan. Entah itu penderitaan karena takdir ataupun karena
dirinya sendiri.
Contohnya
aku , disini aku akan menceritakan beberapa pengalaman tentang penderitaan
dalam hidupku.
Semasa
sma aku terobsesi masuk perguruan tinggi negeri, karena dorongan dari diriku
sendiri dan sahabatku aku bertegad untuk mengambil salah satu universitas
favorit dan prodi favorit. Sewaktu itu pemilihannya dinamakan SNMPTN (seleksi
nasional masuk perguruan tinggi negeri). Akupun berunding dengan orangtua ku,
awalnya orangtua ku menyarankan untuk tidak memasukan perguruan tinggi favorit
tapi aku bersikeras memujuk mereka dan akhirnya menyetujuinya, dan akupun
berkonsultasi dengan guru bk(bimbingan konseling), dia pun sebelumnya
melarangku untuk memilih itu,tapi akhirnya pak agus membolehkannya. Saat
detik-detik pengumuman tiba aku sebenarnya udah pasrah duluan karena aku
sebelumnya searching tentang kuota mahasiswa yang masuk tentang pemintanya aku
pun lemas setengah mati. Saat aku membukannya dan ternyata jreng
jrenggg…tulisannya bewarna merah dan itu “ maaf anda tidak diterima sebagai
mahasiswa yang anda pilih “. Dari situ aku gaputus asa aku brfikir masih banyak
jalan , aku terus mencoba buat dapetin apa yang aku mau.
Selanjutnya
aku mengikuti SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) , nah
bedanya dengan snmptn ini kini tes tulis karena yang sebelumnya adalah undangan
. Nah disini aku masih tidak melihat keadaan dan aku masih memilih perguruan
tinggi negeri terbaik dan jurusan favorit pula, tapi karena tes tulis jadi aku
sebelumnya mengikuti bimbingan belajar dan mengikuti beberapa try out, dari
hasil try out aku berhasil melewati passing grade untuk plihan tersebut.
Akhirnya, akupun dengan pede nya memilih unpad dengan jurusan teknologi pangan.
Dan saat hari dimana dijalankannya tes aku deg-degan dan waktupun tiba petugas
segera membagikan soal, saat aku lihat soalnya ternyata lebih susah dan berbeda
dengan aku menjalankan try out. Disitu aku putus asa untuk yang kedua kalinya.
Dan sebelum pengumuman tes tersebut diumumkan karena rentan waktu nya sekitar
satu bulan. Dan aku pun mengikuti tes lain yaitu UTM IPB , dan masih sama tekad
aku ingin mewujudkan mimpiku yaitu memilih teknologi pangan ipb karena
cita-citaku ingin medirikan perusahaan makanan. Saat tes dimulai perjuanganku
terus berlanjut aku pergi ke bogor berama
keempat temanku dan aku diajak menginap dikosan kakak kelas yang kuliah
di ipb juga, saat tes tiba pukul 07.00 wib sampai dengan jam 15.30 karena
ternyata tesnya bersamaan dengan bulan puasa kamipun tak makan dan tak minum
dengan waktu yang sangat lama tersebut. Sesudah aku mengerjakan soal aku lega
karena aku berhasil mengerjakan beberapa soal. Setalah satu bulan berlalu
tibalah pengumuman sbmptn aku pun merasa deg-degan dan saat aku buka …. Aku pun
gagal untuk kedua kalinya. Akupun masih berfikir masih punya satu cadangan
yaitu UTM IPB setelah seminggu datang aku deg-degan banget karena ini
kesempatan terakhirku, akupun membuka dinternet gemeteran dan aku tak pula membaca
basmalah saat membuka dan hasilnya itu” maaf,anda tidak terdaftar sebagai
mahasiswa ipb” aku merasa hidupku taka da artinya lagi aku super patah hati dan
aku tak bisa menahan tangisan. Akupun menceritakan kepada orangtuaku mereka pun
menerimanya dan memberi nasihat tidak apa mungkin bukan jodohnya.
Dan
beberapa minggu kemudian dibuka tes UMPTN (ujian masuk perguruan tinggi negeri)
dan aku menunggu sebulan untuk mengikuti tes tersebut. Karena hanya beberapa
perguruan tinggi saja yang terdaftar pada umptn ,akupun memilih
undip,unsoed,dan untirta. Tapi,untirta aku simpan kepilihan 5 atau pilihan
terakhir.dan ternyata mamahku tak mengizinkanku untuk memilih perguruan tinggi
ke daerah luar, seperti jawa dan daerah jauh lainnya. Tapi aku tetap akan memilih
itu. Oiyah , sebelumnya aku sempat daftar pssb D3 undip memilih teknik sipil
melalui jalur undangan dan itu aku daftar jauh sebelum snmptn dan alhamdulilah
aku diterima, tapi tidak aku ambil karena alas an kedua orangtuaku, mamah tak
mengizinkan karena jauh dan bapak tak mengizinkan karena d3 , akhirnya aku
memilih undip lagi yang S1, dan saat hasilnya umptn tiba akupun gagal untuk
yang kebebrapa kalinya. Aku sempat patah semangat dan tak berkeinginan untuk
kuliah. Akupun membuka web perguruan tinggi yang masih membukan jalur um, da
nada ternyata unsoed masih membuka jalur um dan aku memilih teknologi pangan,
dan hasilnya tak ada aku gagal lagi dan lagi. Aku putus asa dan tak
berkeinginan untuk kuliah. Dan kedua orangtuaku pun terpukul juga. Terutama
bapak ku yang menyesal tidak mengambil D3 undip. Dan saat aku tanya kepada
mamahku , mamah tak berkecil hati karena mamah dari awal tak mengizinkan aku
untuk kuliah dijauh. Jadi aku berfikir lagi ridha orangtua terutama mamah itu ridha allah juga. Dan akupun memilih swasta
dan yangku ambil adalah universitas gunadarma dengan jurusan teknik industry
dan alhamdulilah aku diterima sebagai mahasiswa sana. Dan aku tak putus asa
lagi aku berjuang untuk belajar disini dan menjadi kebanggaan orangtuaku .
Aamin.
DAFTAR PUSTAKA
http://ealearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab2-manusia_dan_kebudayaan.pdf

.jpg)