Senin, 05 Januari 2015

cerpen tugas ibd






         


My life
stories


“It is better to be hated for
what you are than to be loved for
 what you are not.”

                                                                                                By:
meisa listiani,36414553
                                                                            


                                                         
Hai, namaku meisa listiani aku mahasiswi gunadarma angkatan 2014 dengan fakultas teknologi industry jurusan teknik industry. Disini saya akan menceritakan pengalaman hidup saya .
Saya dilahirkan oleh orangtua saya yang bernama jaenudin sebagai ayah saya dan iyah herliah sebagai ibu saya. Mereka dilahirkan di dua kota yang berbeda, ayah saya berasal dari rangkas bitung dan ibu saya yang berasal dari pelabuhan ratu.dan saya dilahirkan di pandeglang banten.saya dilahirkan oleh ibu yang teramat berarti bagi saya. Sewaktu saya berada dikandungan ibu saya, dia merawatnya dengan baik walau banyak kendala yang dialami oleh ibu saya seperti sakit,mual-mual.dan itu berlanjut sampai enam bulan lamanya.saat usia kandungan menginjak tujuh bulan itu menandakan perlu adanya tujuh bulanan dalam adat sunda dan itu pun dilakukan oleh ibu saya.waktu yang dinanti-nantikan pun tiba Sembilan bulan saya berada dalam kandungan akhirnya Allah SWT mengizinkan saya untuk hidup didunia,ibu sayapun melahirkan saya dengan normal pada tanggal 18 mei 1996, dibantu oleh seorang bidan yang dipangil kerumah.
Aku lahir dengan selamat dan ibuku pun selamat saat melahirkan. Sewaktu aku dilahirkan ibu dan ayahku memberi nama meisa listiani ,sebab nama meisa diambil dari bulan mei hari sabtu dan listiani sebagai nama pelengkapnya.
Aku diberikan asi ekslusif oleh ibuku selama satu tahun setengah ,dan aku mulai tumbuh gigi pada usia sembilan bulan..seorang anak termasuk aku biasanya ketika mulai tumbuh gigi merasa gatal giginya dan ingin menggigit sesuatu apapun yang ada didekatnya.
Saat usia enam bulan aku mulai bisa memanggil mamah. Aku mulai bisa merangkak saat usia tujuh bulan dan bisa duduk saat usia Sembilan bulan . Pada saat aku berusia 1 tahun akhirnya aku bisa berjalan dari yang merangkak duduk berdiri dan akhirnya berjalan .dalam adat kami perlu diadakan nya saweran yaitu syukuran seorang anak yang sudah bisa berjalan,saweran itu isinya uang koin dan beras kuning. Pada usia tersebut aku mulai bisa menirukan omongan orang lain dengan kurang jelas , dan mulai lancar berbicara pada usia
Aku pernah mengalami sakit yang lumayan agak parah yaitu muntaber pada usia enam tahun. Saat malam hari aku memakan opor tahu yang ibuku masak selanjutnya aku memakan semangka,dari situ badanku mulai merasa tidak enak, seperti ada yang mengaduk-adukan pertku. Dan merasa  mual dan mules . Ibu dan ayahku bingung dan curiga mengalami muntaber , selanjutnya pertolongan pertama ibu dan ayahku mebawa aku ke puskesmas dengan bantuan obat dan infusan akhirnya aku bisa tidur. Saat pagi mual ku kambuh dan mules yang terus menerus membuatku terus merengek dan  menangis terus memanggil nama ibuku. Lalu, perawat puskesmas menyarankan ibuku untuk segera membawanya ke rumah sakit. Setelah sampainya dirumah sakit aku bertemu lagi dengan jarum suntik untuk mengalirkan infusan dalam nadiku.beberapa hari aku dirawat dirumah sakit akhirnya aku bisa pulang dan beraktivitas seperti biasanya.

Teman masa kecilku yaitu utami,rima,fina,neni,tika,virda dan masih banyak lagi, aku bukan termasuk anak yang nakal loh, hehe. Aku sering banget berantem sama saudaraku yaitu utami tapi tidak kalah seringnya bermain berceria dengannya,aku dan dia lahir ditahun yang sama dengan itu kami dianggap seperti saudara kembar ,sampai baju yang kita kenakan ada beberapa yang sama padahal aku dan dia bukan saudara kandung loh .seperti halnya ulang tahunku yang ke empat , baju yang kukenakan sama seperti utami padahalkan yang ulang tahun aku tapi dia ingin memakai baju yang sama denganku dan yang duduk didepan bukan hanya aku yang ulangtahun tetapi saudaraku utami itu duduk berdampingan denganku.lalu barang apapun yang aku punya saat aku masih kecil pasti utami pun punya karena kami selalu diberikan barang yang sama.
Usia enam tahun pun tiba, aku ingin bersekolah,lalu ibuku memberikan pilihan ingin masuk TK terlebih dahulu atau langsung menginjak SD, dan ternyata teman-teman masa kecilku disini langsung menginjak SD , lalu akupun tidak memiliki teman jika bersekolah di TK terlebih dahulu akupun ingin ikut seperti temanku yang lain, sehingga orangtuaku pun memasukan aku ke SD.
Hari senin pun tiba aku dikenakan kemeja putih dan rok rempel pendek berwarna merah dengan rambut pendek seperti layaknya anak lelaki dengan belahan pinggir dan memiliki jidat yang lebar, dengan dipakainya tas koper berwarna pink bergambar Barbie dan ternyata saudaraku pun memilik tas yang sama tatapi warna biru dongker dengan mickey mouse sebagai gambarnya.sekolahku tak jauh dari rumah hanya berjarak sepuluh meter dari rumah. Pertama bersekolah aku diantar oleh ibuku selama tiga hari lamanya, tetapi ibuku menunggu diwarung dekat sekolah.
Pertama bersekolah aku memilih kursi untuk diduduki, dan aku duduk dikursi ke tiga dari lima barisan.saat pembelajaran dimulai masih perkenalan. Saat hari kedua disaat pelajaran terakhir semua siswa diberikan soal siapa yang bisa dia boleh pulang, saat itu aku tak bisa mengerjakan soalnya aku merengek pada teman sebangkuku, dia pun terburu-buru dan tak sempat memberikan jawabannya kepadaku, akhirnya akupun bingung dan menangis.
Aku tidak mendapatkan peringkat dikelas satu, tapi aku tak bersedih karena memang masih polos dan belum mengerti apa-apa.saat aku naik kekelas dua, yah seperti biasanya belajar dan bermain bersama teman-temanku.permainan favorit selama SD yaitu bermain karet,permainan ini permainan mengesalkan tetapi memilki keseruan, kenapa mengesalkan karena aku termasuk orang yang tidak tinggi saat bermain karet permainan yang sering dimainkan adalah lompat tinggi , karena aku tidak terlalu tinggi jadi aku selalu kalah dan selalu yang jaganya.dan juga ada permainan beklas,bermain congklak,bermain engkle. Namanya aneh semua dan pasti ada yang tak mengerti permainan apakah itu, tetapi itu memang permainan bersejarah bagiku.dikelas dua ini aku mendapatkan peringkat tujuh , dan tahukah senengnya aku, karena bisa mendapatkan peringkat.
Saat menginjak kelas tiga, sekolah diwajibkan memakai jilbab dan akhirnya saya pun memakai jilbab dengan kemeja lengan panjang tetap memakai rok rempel pendek.akupun beranjak kekelas lima SD saya pun mulai berambisi ingin memperbaiki nilai, waktu itu saya mendapatkan peringkat 6 . Waktu itu diadakannya lomba-lomba, saya sih berharap bisa mengikuti salah satu olimpade tetapi aku tak beruntung karena tak terpilih. Tapi saya tak berkecil hati. Saat itu saya ditawari mengikuti lomba busana kartini yang diadakan pada tanggal 21 april , aku pun mengikuti lomba tersebut dengan pakaian kebaya berwara biru dengan rok duyung layaknya keraton jogja dengan kepala disanggul, dengan make up yang berwarna lipstick berwarna pink dan blush on pink dengan eye shadow berwarna biru agar mecing dengan kebaya yang ku pakai dengan sendal selop, aku berjalan layaknya di catwalk dengan ala-ala busana kartini yang kental kebudayaanya. Dan akhirnya sayapun mendapatkan juara kedua.saat usia itu saya sering bermain dengan saudara saya yaitu andri yang berasal dari bogor, walaupun dia laki-laki tapi saya sering menemaninya bermain layang-layangan.
Saat ku menginjak kelas enam semua terasa seperti bukan anak ingusan lagi, aku bercita-cita dari kecil sebagai dokter, dikelas enam aku menjabat sebagai sekertaris dan temanku vivi dia menjabat sebagai bendahara.dari kelas satu sampai kelas lima SD murid-murid disekolahku menabung kepada walikelasnya masing-masing , tetapi dikelas enam ini berbeda karena walikelasku meminta agar tabungan diatur oleh sekertaris dan bendahara. Karena ayahku bekerja di BPR (Bank Perkriditan Rakyat) maka tabungan yang ditabungkan teman-temanku dikelas ,aku dan vivi menabungkannya ke BPR. Kegiatan tersebut rutin selalu aku lakukan sesudah pulang sekolah bersama vivi.pada suatu ketika buku tabungan BPR tertinggal dirumahnnya, dan rumahnnya terkunci, tetapi kami tetap harus menabungkan uangnya , dan diliat-liat jendela kamarnya vivi terbuka sedangkan jendelanya kecil hanya berukuran 50x40 cm , karena badanku kecil akupun memaksakan masuk kejendela tersebut dan akhirnya masuklah badanku, aku pun membuka pintu belakang agar vivi dapat masuk .
Pada angkatan saya ternyata mulai diadakannya UN , dan saya mnegrjakannya dengan agak sedikit gugup tapi terjawab. Suatu ketika tibalah pengumuman UN dan semua siswa kelas enam berkumpul dilapangan da nada kepala sekolah didepan yang akan mengumumkan hasil UN tersebut.kami pun deg-degan dan merasa resah dengan hasil tersebut. Detik-detik pengumuman tiba dahn akhirnya kepala sekolah bilang siswa SDN 1 Saketi “ LULUS SEMUA “ , kami pun bersorak gembira. Hari pesta kemeriahan pun tiba yaitu pelepasan dan kenaikan kelas. Tatapi hari itu mukaku berubah jadi cemberut,resah,dan iri karena aku tidak masuk 10 nilai UN tertinggi walaupun dikelas aku mendapatkan peringkat empat.
Berakhirnya masa SD aku pun memasuki SMP, aku masuk SMPN 1 Saketi yang tak jauh pula dari rumahku sekitar berjarak 200 meter dari rumah . Akupun mengikuti tes masuk SMP dan aku masuk dan duduk dikelas VII B, yang ternyata itu adalah kelas khusus perempuan.disitu aku bertemu dengan banyak teman baru. Dan akhirnya aku dikelas tersbut menjabat sebagai ketua kelas, banyak rintangan yang aku hadapi sebagai ketua kelas dan banyak pula pembelajaran .terbilang, umur segitu masih labil ,remaja tahap bawah banget. Aku diuji saat itu. Jujur aku orangnya ingin dituruti, taat pada apa yang harusnya. Jadi saat aku menjabat sebagai ketua kelas banyak konflik segala macam.
Jujur aku sebagai ketua kelas , tapi aku sudah pernah masuk bk hampir sering. Jangan contohin aku yah.Waktu itu , guru pelajaran matematika tidak masuk dengan itu ia menugaskanku untuk menyalin buku yang ada dibuku paket, tetapi ternyata teman kelasku banyak yang tidak menulis dan rebut luar biasa. Akhirnya aku marah kepada mereka dan akupun menaruh kursi didepan dan memantau mereka yang tidak menulis. Tetapi, aku sendiri didepan tidak menulis hanya mendiktekan kepada teman kelas saja, egois sekali aku, aku memang bukan pemimpin yang baik.
Ada teman aku yang tidak menulis dia malah mengganggu teman yang lain dimelemparkan penghapus kepada dia, mereka semua tercenga dan diam seketika, aku takut dan merasa menyesal akhirnyapun aku minta maaf, tetapi tetap saja aku sudah mengotori kepercayaan mereka.
Saat itu ada juga teman kelas aku dia tidak menulis dan sedang mengobrol, akupun marah kepada dia , tapi dia juga tidak mau tersalahkan akhirnya ada keributan kecil disitu, dan akhirnya dia pinsan, kami pun bingung kenapa dia bisa pinsan ,setelah sadar aku dipanggil BK karena laporan temanku yang pinsan, diberikanlah peringatan kepadaku.
Waktu itu diadakan lomba rebahan antar kelas ,tetapi kami belum mendapatkan penyanyi, suatu itu yang bernama ine dia memiliki suara yang bagus lalu waktu itu aku menyuruhnya untuk menjadi pengisi suara yang rebahan tapi dia tidak mau, dan akupun bingung karena tidak ada yang suaranya bagus selain dia dan kami pun hamper memutuskan untuk tidak mengikuti lomba tersebut, tetapi temanku yang lain membujuk aku agar membujuk bersama-sama kepada ine agar mau menjadi pengisi suara, akhirnya dia pun mau.acara lomba tersebut tiba, giliran kami yng maju dan banyak sekali penontn dibawah  kami pun memainkan rebana dan ine sebagai penyanyinya, penonton pun bersorak, setelah selesai kami pergi kekelas dengan malu , setelah sampai dikelas tiba-tiba ine pinsan , kami tercenga dan bingung akhirnya ine dibawa ke UKS, setelah sadar aku dipanggil ke BK lagi bersama temanku karena ternyata ine berkata lain setelah sadar dan munuduh aku yang memaksanya. Aku pun diberikan peringatan kedua .
Pada suatu ketika kelasku bersih sekali dan sepatu pun dibuka hanya memakai kaos kaki, saat itu guru olahraga belum masuk ,aku duduk dengan menyilangkan kakiku diatas kursi, dan akupun dipanggil temanku disebelah bangku dertanku, aku pun melangkah diatas kursi kekursi lain untuk mencapai temanku yang memanggil , saat aku melangkah jreng..jrenggg…… datanglah guru olahragaku ,akupun tertangkap basah sedang melangkah diatas kursi, ternyata guru tersebut marah karena tak sopan katanya aku pun hanya menunduk dan guru olahragaku pun melaporkan kepada walikelas aku, diapun kekelas dan langsung berkata siapa saja yang pernah berjalan diatas meja sekarang juga ke BK, akupun menunuduk dan pergi seorang diri ke BK dan ternyata tak aku sangka teman-temanku dikelas hamper setengahnya mengikutiku dan bilang dia akan menemaniku karena dia juga merasa kapanpun itu pasti pernah berdiri diatas kursi. Akupun tersenyum dengan terharu. Kami pun dipanggil ke BK menjelaskan bahwa tidak pernah berjalan diatas meja hanya berdiri diatas kursi, tetapi guru BK tetap tidak memberi toleransi dan memberikan hukuman untuk mengelilingi lapangan sebanyak sepuluh kali . Betapa malunya aku berlari dilapangan disaksikan oleh kakak kelas semua. Kelasku memang kelas paling bermasalah karena memiliki KM seperti diriku. Dari situ aku berfikir untuk lebih bertanggung jawab lagi dan menjaga amanah yang berikan jika aku dituntut menjadi pemimpin lagi .tapi alhamdulilah saya mendapat peringkat pertama dikelas.
Akupun berfikir kita sebagai pemimpin harus adil dan bertanggung jawab, dan jangan jadilah pemimpin yang otoriter.
Saat aku menginjak kelas dua SMP aku masuk kelas unggulan khusus perempuan.disitu aku mencoba lebih baik dan alhamdulilah aku mendapatkan juara umum ke 3 dri semua kelas dua. Pada saat aku menginjak umur tersebut aku pernah demam tinggi aku tak bisa apa-apa seperti sekujur tubuhku kaku dan dingin tapi merasakan panas yang tinggi pula.ibuku pun panic dan langsung membawaku ke dokter bersama ayahku dan ternyata dokternya menyuntikan sesuatu cairan dalam tubuhku dan responnya timbulah bintik-bintik merah dilenganku. Dokternya bilang ini gejala demam berdarah perlu dilakukan test darah, semoga saja ini bukan demam berdarah bu, dokternya bilang pada ibuku. Kami pun keluar menunggu giliran aku untuk dipanggil , muka ibuku pun memerah sambil menenangkanku. Akhirnya akupun dipanggil dan disuntik diambil darahnya. Saat hasil tesnya keluar akupun dipanggil dokter,dia berkata anak ibu mengalami demam berdarah maka anak ibu harus secepatnya dibawakan kerumah sakit , aku pun dilarikan ke rumah sakit dan dirawat beberapa hari.
Beberapa bulan kemudian akupun menginjak kelas tiga SMP ,saat itu aku masuk kelas unggulan campuran kali ini aku berasa dikelas yang isinya perempuan dan laki-laki, sungguh pengalaman yang amat mengesankan bagiku karena kebersamaannya teramat bersatu. Karena kelasku itu Sembilan A maka ada sebutannya yaitu salvana . Beberapa waktu kemudian diadakanlah ujian nasional yang serentak dilakukan diseluruh Indonesia. Setelah menunggu sebulan lamanya tibalah waktu yang ditunggu-tunggu yaitu pengumuman kelulusan. Aku sih sebenarnya tidak terlalu deg-degan karena sudah yakin pasti lulus haha.., dan alhamdulilh anggapan aku benar akupun dinyatakan lulus.
Beberapa tahun kemuadian aku menginjak SMA, dari situ aku mulai bingung akan masuk SMA apa, nit aku ingin memasuki SMAN 1 Serang, karena itu favorit, tetapi tak lama aku lihat dikoran tentang hasil ujian saringan masuk SMAN 1 Serang, aku pun putus asa aku belum sempat mendaftarkannya. Sehingga akupun memilih untuk masuk ke SMAN 1 Pandeglang , saat dijalan menuju SMAN 1 aku di SMS temanku untuk mencoba SMAN 2 terlebih dahulu, karena jarak SMAN 2 dahulu kemudian SMAN 1 , maka aku dan ayahku mampir ke SMAN 2 terlebih dahulu untuk mendaftar, ternyata untuk mendaftar digunakan SKHUN asli, maka aku bingung karena jika aku mendfatar ke SMAN 1 perlu SKHUN asli pula dan jadwal pendaftrannya pun sama , sehingga ayahku memutuskan untuk mendaftar di SMAN 2 saja, katanya semua sekolah sama saja dan juga SMAN 2 jaraknya lebih dekat dari pada SMAN 1, sehingga akhirnya aku mendaftar di SMAN 2 pandegalng .hasil tes pun keluar dan lahmdulilah saya pun keterima menjadi siswa di SMAN 2 bahkan aku meraih nilai tertinggi.
Akupun masuk dikelas X-7, dan ternyata itu adalah kelas unggulan yang letaknya dekat kelas X-8 yang ada diujung dekat mes.tetapi pembangunan sekolah mulai dilakukan sehingga bangunan kelas pun mulai berantakan, sehingga kelasku dipindahkan ke kelas bekas laboratorium bahasa yang ruangannya lebih luas dibandingkan kelas sebelumnya dan terdapat AC serta kursi yang lebih empuk. Sebenarnya seperti diskriminasi karena membuat kelas lain iri pula. Karena kelasku kesannya unggulan oleh semua kelas jadi banyak yang kurang suka dengan kelas aku. Contohnya saja pada saat istirahat tiba, kami orang-orang kelas sangat jarang keluar karena memang males kalaupun keluar kami selalu bareng-bareng sepert gerombolan. Jadi, pandangan orang saat liat kami tuh ih mereka mah ga keluar pada belajar kali padahal tidak kami memang males untuk keluar dan jarang sekali untuk belajar.
Saat itu, karena kami siswa baru di SMAN 2 pandeglang maka diadakannya pengukuhan . Acara tersebut acara yang paling banyak kenangannya. Dikelasku paling banyak perempuan dibandingkan laki-lakinya jadi kelompok pengukuhan dibagi menjadi tiga kelompok, dua kelompok perempuan dan satu kelompok laki-laki. Pengukuhan diadakan di desa cikoromoy. Disitu kata orang-orang sih angker jadi kalau ada yang kesurupan sudah tidak asing lagi. Hari pertama pun tiba semua kelompok pun harus mendirikan tendanya masing-masing, dan tenda kelopok ku tidak bisa didirikan, akhirnya kakak pembimbing membantu kami. Dihari pertama diadakanlah lomba memasak alam, kelompok kami pun memasak gegetuk yang berbahan dari singkong dan rasanya enak loh .. , lalu diadakan juga raja dan ratu rimba, kelompok kami diwakili oleh mila. Saat malam tiba dikumpulkannyalah semua siswa untuk mengaji bareng-bareng  saat mengaji selesai dilanjutkan dengan penceramahan, tiba-tiba ada suara jeritan diarah barisan samping kiriku dan ternyata dia kesurupan akhirnya semua siswa panic termasuk aku, kamipun berlarian sampai sendalku copot ilang entah dimana, dan guru-guru pun menenangkan kami agar tetap berkumpul dilapangan. Akhirnya situasipun lebih tenang. Dan saat malam lebih menuju ke tengah malam akhirnya dipasanglang api unggun ditengah lapangan dengan keseruan yang ada akhirnya semua siswa pun menari gangnam style. Malam pun semakin larut kamipun segera kemabli ketenda masing-masing untuk tidur.
Keesokan harinya acarapun dimulai yaitu penjelajahan dan out bond. Karena sebelumnya aku belum pernah mengikuti outbond, akupun deg-degan dan akhirnya aku bisa melewati flying fox dengan teriakan andalanku hehe seru-seru .. Dan tibalah waktu penjelajahan , kelompok ku berjalan mengarungi sungai dan terdapat banyak pos, disitu ada pengawas yang mengawasi kami dan setiap kelompok harus mengisi soal yan ada di setiap pos. Saat berada di pos terakhir kami harus mengarungi sungai lagi , akupun sudah tidak kuat lagi badanku lemas ,kepala ku pusing disepanjang jalan menuju perkemahan aku mengeluh karena badanku tak tahan lagi untuk melanjutkannya, teman-temanku pun memberikan semangat dan sesampainya diperkemahan dan itu menjadi pos terakhir ketua kelompok kami melapor dan badaku melemas tanpa ada tenaga kepalaku keleyengan akhirnya akupun pinsan. Dan tak sadarkan diri untuk beberapa waktu . Ternyata tak lma kemudian ibu dan ayahku sedang menengok aku, walaupun sebelumnya merek tidak dihubungi oleh panitia, mungkin sudah seharusnya akupun dibawa pulang oleh orangtuaku. Akupun langsung dibawa kedokter. Padahal aku tidak mau pulang karena aku tidak ingin melewatkan api unggun. Akhirnya aku hanya bia mndengarkan cerita dari teman-temanku. Hari seninpun tiba dan pengumuman juara pengukuhanpun mulai diumumkan oleh wakil kepala sekolah, dan ternyata yang mendapatkan juara 1 kelompok perepuan adalah kelompok perintis 7, itu adalah kelompok kamiii,, yeeeee… dan juara 1 laki-laki yaitu penggala 7, ternyata itu adalah kelompok laki-laki kelas aku, yeess keberuntungan yang teramat menyenangkan.
Semester dua pun datang, saat itu aku mulai merasakan persaingan yang ketat, saat itu diadakannya olimpiade , maka akupun mengikuti eskul astronomi agar aku dapat mengikuti olimpide astronomi. Dan ternyata yang mengikuti eksrakulikuler hanya aku dan seorang teman cowoku, beberapa minggu kemudian temanku perempuan ikut ekstrakulikuker tersebut. Lomba olimpiade saint nasional tingkat kabupaten pun dimulai sehingga pemilihan peserta pun dimulai, karen pa guru ekstrakulikuler tak terlalu dekat denganku dia memilih peserta laki-lak satu-satunya dan yang menduduki ebagai peserta perempuan pak gurunya tidak tahu, sehingga dia bertanya kepada teman laki-laki ku itu di bilang bukan aku melainkan teman perempuanku yang baru saja masuk. Akhirnya aku pun berkecil hati karena tidak dapat mengikuti olimpiade, tapi aku semangat kembali karena dikelas dua akhirnya aku bisa menjadi salah satu peserta lomba olimpiade fisika, tapi sayang aku tidak mendapatkan juara.
Di akhir semester dua, kekompakan kelasku pun makin menyatu, aku seperti mempunyai saudara sebnyak 37 orang dengan sebutan suju, dengan orangtua kami bersama yaitu wali kelas suju yang bernama siti aisyah. Saat itu diadakan lomba stand bagi kelas sepuluh, standnya itu berisi karya-karya yang memiliki nilai jual.pertama kamipun memilih tempat stand yang diadakan di aula sekolah kami yaitu diujung berhadapan langsung dengan pintu masuk. Kami pun dibagi beberapa kelompok, kelompok dekorasi,kelompok peralatan yang anggotanya laki-laki semua,kelompok makanan, dan kelompok karya yaitu aku sebagai salah satu anggotanya. Anak laki-laki kelas kami hanya berjumlah sebelas orang dari 37 orang merek bertugas mencari peralatan seperti bambu,paku dan berusaha mendirikan stand. Kelompok aku membuat beberapa karya seperti celengan, figura, gantugan kunci dll. Kelompok karya ini sudah dipersiapkan jauh sebelum hari-H. Sehari sebelum hari-H sepulang sekolah kami sibuk mempersiapkannya. Yang kelompok makanan segera membeli bahan-bahan yg akan dibuat malam hari. Kelompok dekorasi membuat pernak-pernik untuk menarik pengunjung , seperti membuat dua gambar anime berdimensi 2D dengan postur seperti manusia yaitu anime seorang perempuan dan laki-laki. Dan anak laki-laki sibuk dengan pembuatan stand. Sedangkan kelompok aku mengumpulkan karya , tetapi ternyata karya yang akan kami jual tidak cukup untuk memenuhi stand dan menarik pengunjung , kami pun bingung dan terus berfikir. Tak lama kita berdiskusi dengan hasil kami perlu adanya bantuan dagangan orang lain yang bisa kami jual agar bisa memenuhi stand kami. Akhirnya upik pun memberi jalan terang, dia mengenal took yang bisa kami jual barang-barangnya, tapi tempatnya lumayan jauh bisa mencapai satu jam dengan menggunakan sepeda motor, tetapi hari mulai sore. Kami pun menyarankan untuk segera kesana termasuk aku yang menyarankan untuk pergi. Akhirnya aci dan upik pergi.
Haripun menjelang senja, tetapi cuaca tak mendukung hujan yang deras menyelimuti kegelisahan. Anak laki-lakipun ternyata mereka belum sedikitpun mendirikan tenda ,ternyata bamboo yang akan didirikanpun belum ada, kami Tanya kepada mereka, mereka menjawab bahwa tukang bambu itu sudah ada janji sebelumnya dengan kami bahwa dia akan mengantarkannya kesekolah, tapi hari sudah senja gini tak ada kabar dari tukang bambu itu. Merekapun dengan cuaca hujan memaksakan diri untuk mengambil bambu itu dengan menggunakan sepeda motor.
Haripun semakin gelap, adzan magrib sudah berkumandang sejak tadi, kami pun solat berjama’ah disekolah. Situasi sekolahpun yang biasanya saat itu sepi berubah menjadi ramai denga kesibukannya masing-masing. Kami melihat di aula seluruh kelas sepuluh seudah mendirikan standnya masing-masing hanya satu petak yang tak terlihat sebatang pakupun yaitu kelas kami -_-. Kami pun patah semangat, anak laki-laki belum ada kabar, aci upik belum pulang suasanapun erubah menjadi khawatir, dengan menghibur diri aku bersama teman yang lain pun berjoget-joget mnyalakan music dengan kencangnya. Tak lama kemudian anak laki-laki tiba dengan basah kuyup dan memberikan berta bahwa salah satu dari mereka sakit meriang karena kehujanan. Dan tinggal aci dan upik yang belum ada kabar, kamipun menelpon nya tapi selalu tidak aktif, haripun semakin malam. Lalu tak lama kemudian merekapun datang dengan wajah sedih kebingungan dan basah kuyup.upik pun langsung berkata , upik dimana ngapain ,ada apa ini. Kamipun bingung dan ketakutan setengah mati. Lalu aci pun menceritakan bahwa upik sempat jatuh dimotor lalu di tak ingat apa-apa. Kamipun bingung dan sedih kami terus menanyakan kepada dia tapi dia tidak mengingatnya. Tapi jangan khawatir dia ingat nama kami semua tetapi dia tidak ingat kejadian yang baru-baru saja. Diapun jatuh sakit tubuhnya meriang lalu keluarganya langsung menjeput dia. Situasi pun berubah menjadi haru biru, akupun merasa bersalah. Anak laki-laki pun segera memasang tenda dimana kelas lain sedang beristirahat. Haripun semakin malam ,akupun dijemput oleh orangtua ku sedangkan teman-temanku belum selesai mengerjakannya tetapi ibuku memaksa pulang, akhirnya merekapun memahami dan akupun berpamitan.
Keesokan harinya, hari yang di tunggu-tunggu. Aku berangkat pagi dari rumah ingin segera melihat hasil karya teman-temanku, dan hasilnya amazing keren deh nuansa hijau yang matcing dengan baju kelas dengan dua gambar anime didepan stand sebagai figure selamat datang. Tak kami sangka, pengunjung pun ramai berdatangan ke stand kami. Dan alhasil habis… semua makanan dan karya kami habis dibeli para pengunjung. Dan diakhir acara, tibalah waktunya hasil penilaian dan jreng jreng… yang juara pertama diraih oleh kelas sepuluhhhhhh tujuhhhh,,, yeeeee .. Kamipun berteriak dengan haru senang. Perjuangan yang tak sia-sia. Diakhir acara semua kami tak lupa menengok teman-teman kami upik dan feby. Akhirnya tak lama kemudian upik pun sembuh dengan ingatannya, dia malah tertawa dengan apa yang sudah dia alami.
 Akupun menginjak kelas dua, akupun bertemu dengan teman sahabat yang teramat berarti yaitu aku, upik, aci, Ilma, eneng, yeyen, nuro, fitri, yani, mila. Kami bersepuluh dengan sebutan jomu. Kami pun berbagi cerita, kesedihan,pengalaman, yang pasti kebahagiaan. Basecame kami berada di kebon rumah aci. Kami sering menginap. Dan ada pula smc itu adalah kerabat dekatnya jomu mereka bersepul pula dengan anggota laki-laki semua.kamipun bersahabat layaknya adik kakak.
Akupun menginjak kelas tiga SMA, lalu ada musibah yang menimpa kelurgaku . Saat itu ayahku sedang mengambil uang kantor ke bank dengan menggunakan mobil tiba-tiba dijalan mobil yang dipakai ayahku ban nya kempes terkena paku, akhirnya dia mencari tambal ban, saat itu mobil yang dipakai ayahku disimpan disebrang tempat tambal ban , ayahku pergi tanpa membawa uang tersebut, akhirya kaca mobilnya pecah da uangnya diambil oleh sipencuri tersebut. Dengan cepatnya pencuri tersebut kabur, ayahku baru menyadari setelah pencuri itu hilang entah kemana. Ayahku pun kaget dan tak bisa berkata-kata apapun . Akhirnya ayahku melaporkannya kepolisi. Tapi, cobaan yang dihadapi ayahku tak sampai disana dikantor polisi keadaanya makin parah karena bukannya meringankan polisi malah makin menyalahkan ayahku karena kelalaiannya. Muka ayahku pun memerah aku pun tak henti-hentinya menangis dan berdo’a. Ibuku sperti orang tanpa arah muka pucat. Dan akhirnya banyak orang teman kantr ayahku menjelaskan bahwa ini semua adalahh musibah. Dan akhirnya ayahku dibolehkan untuk pulang. Dan sampai saat ini belum ada keterngan yang jelas dari polisi tentang pencurian itu.
Diakhir kelas tiga, akhirnya UN pun datang dengan perjuangan yang tak mudah, bimbel sana sini, pulang selalu larut malam. Akhirnya UN pun tiba dengan sekejap selama tiga hari.lalu, akupun menunggu pengumuman sebulan lamanya. Tak lama, diadakanlah acara pelepasan kelas tiga. Disitu kami pun berpseta ria haru biaru yang menyelimutinya karena tak lama lagi kamipun segera berpisah.dan tak lupa jomu dan smc menymbangkan sebuah lagu yang judulnya sebiru….  Waktu sebulan  tersebut aku gunakan dengan tidak sia-sia menganggur begitu saja. Karena aku tau bakal adanya study setelah ini akupun bersi keras untuk bimbel diluar agar aku bisa mendapatkan perguruan tinggi yang aku inginkan. Waktu pun datang dengan cepat, akhirnya waktu tiba pengumuman UN dan ternyata berbarengan dengan pengumuman STIS, yang seblumnya aku pernah mengikuti ujiannya. Ternyata waktu pengumuman lebih dulu STIS, akupun melihatnya di internet dan ternyata aku gagal. Lalu saat pukul sepuluh tibalah waktu pengumuman UN , tapi aku sudah tidak bersemangat lagi karena kegagalanku. Aku kecewa , sungguh pengumuman yang tak ku harapkan. Aku pun membuka website sekolah akupun lulus rasanya tak bahagia tak seperti teman-temanku yang sibuk di medsos dengan mengumbarkan kelulusan UN.
Akupun menginjak study akhir aku harus segera memutuskan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi mana aku akan masuk. Semasa SMA aku terobsesi masuk perguruan tinggi negeri, karena dorongan dari diriku sendiri dan sahabatku aku bertegad untuk mengambil salah satu universitas favorit dan prodi favorit. Sewaktu itu pemilihannya dinamakan SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri). Akupun berunding dengan orangtua ku, awalnya orangtua ku menyarankan untuk tidak memasukan perguruan tinggi favorit tapi aku bersikeras memujuk mereka dan akhirnya menyetujuinya, dan akupun berkonsultasi dengan guru bk(bimbingan konseling), dia pun sebelumnya melarangku untuk memilih itu,tapi akhirnya pak agus membolehkannya. Saat detik-detik pengumuman tiba aku sebenarnya udah pasrah duluan karena aku sebelumnya searching tentang kuota mahasiswa yang masuk tentang pemintanya aku pun lemas setengah mati. Saat aku membukannya dan ternyata jreng jrenggg…tulisannya bewarna merah dan itu “ maaf anda tidak diterima sebagai mahasiswa yang anda pilih “. Dari situ aku gaputus asa aku brfikir masih banyak jalan , aku terus mencoba buat dapetin apa yang aku mau.
Selanjutnya aku mengikuti SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) , nah bedanya dengan snmptn ini kini tes tulis karena yang sebelumnya adalah undangan . Nah disini aku masih tidak melihat keadaan dan aku masih memilih perguruan tinggi negeri terbaik dan jurusan favorit pula, tapi karena tes tulis jadi aku sebelumnya mengikuti bimbingan belajar dan mengikuti beberapa try out, dari hasil try out aku berhasil melewati passing grade untuk plihan tersebut. Akhirnya, akupun dengan pede nya memilih unpad dengan jurusan teknologi pangan. Dan saat hari dimana dijalankannya tes aku deg-degan dan waktupun tiba petugas segera membagikan soal, saat aku lihat soalnya ternyata lebih susah dan berbeda dengan aku menjalankan try out. Disitu aku putus asa untuk yang kedua kalinya. Dan sebelum pengumuman tes tersebut diumumkan karena rentan waktu nya sekitar satu bulan. Dan aku pun mengikuti tes lain yaitu UTM IPB , dan masih sama tekad aku ingin mewujudkan mimpiku yaitu memilih teknologi pangan ipb karena cita-citaku ingin medirikan perusahaan makanan. Saat tes dimulai perjuanganku terus berlanjut aku pergi ke bogor berama  keempat temanku dan aku diajak menginap dikosan kakak kelas yang kuliah di ipb juga, saat tes tiba pukul 07.00 wib sampai dengan jam 15.30 karena ternyata tesnya bersamaan dengan bulan puasa kamipun tak makan dan tak minum dengan waktu yang sangat lama tersebut. Sesudah aku mengerjakan soal aku lega karena aku berhasil mengerjakan beberapa soal. Setalah satu bulan berlalu tibalah pengumuman sbmptn aku pun merasa deg-degan dan saat aku buka …. Aku pun gagal untuk kedua kalinya. Akupun masih berfikir masih punya satu cadangan yaitu UTM IPB setelah seminggu datang aku deg-degan banget karena ini kesempatan terakhirku, akupun membuka dinternet gemeteran dan aku tak pula membaca basmalah saat membuka dan hasilnya itu” maaf,anda tidak terdaftar sebagai mahasiswa ipb” aku merasa hidupku taka da artinya lagi aku super patah hati dan aku tak bisa menahan tangisan. Akupun menceritakan kepada orangtuaku mereka pun menerimanya dan memberi nasihat tidak apa mungkin bukan jodohnya.
Dan beberapa minggu kemudian dibuka tes UMPTN (ujian masuk perguruan tinggi negeri) dan aku menunggu sebulan untuk mengikuti tes tersebut. Karena hanya beberapa perguruan tinggi saja yang terdaftar pada umptn ,akupun memilih undip,unsoed,dan untirta. Tapi,untirta aku simpan kepilihan 5 atau pilihan terakhir.dan ternyata mamahku tak mengizinkanku untuk memilih perguruan tinggi ke daerah luar, seperti jawa dan daerah jauh lainnya. Tapi aku tetap akan memilih itu. Oiyah , sebelumnya aku sempat daftar pssb D3 undip memilih teknik sipil melalui jalur undangan dan itu aku daftar jauh sebelum snmptn dan alhamdulilah aku diterima, tapi tidak aku ambil karena alas an kedua orangtuaku, mamah tak mengizinkan karena jauh dan bapak tak mengizinkan karena d3 , akhirnya aku memilih undip lagi yang S1, dan saat hasilnya umptn tiba akupun gagal untuk yang kebebrapa kalinya. Aku sempat patah semangat dan tak berkeinginan untuk kuliah. Akupun membuka web perguruan tinggi yang masih membukan jalur um, da nada ternyata unsoed masih membuka jalur um dan aku memilih teknologi pangan, dan hasilnya tak ada aku gagal lagi dan lagi. Aku putus asa dan tak berkeinginan untuk kuliah. Dan kedua orangtuaku pun terpukul juga. Terutama bapak ku yang menyesal tidak mengambil D3 undip. Dan saat aku tanya kepada mamahku , mamah tak berkecil hati karena mamah dari awal tak mengizinkan aku untuk kuliah dijauh. Jadi aku berfikir lagi ridha orangtua terutama mamah itu  ridha allah juga. Dan akupun memilih swasta dan yangku ambil adalah universitas gunadarma dengan jurusan teknik industry dan alhamdulilah aku diterima sebagai mahasiswa sana. Dan aku tak putus asa lagi aku berjuang untuk belajar disini dan menjadi kebanggaan orangtuaku . Aamin.
Akupun masuk dengan jurusan teknik industry, akupun tak mengenal siapapun digunadarma ini . Waktu pas PPSPPT aku bertemu dengan salah satu anak baru juga ia beranama rahmi dia kuliah disalemba dengan jurusan akuntansi. Akupun duduk bersama dia. Akupun berkenalan dengan teman sejejarku yaitu putri, anis,sofi,ulfa. Akupun mengajak mereka untuk ngekos bareng karena aku belum memiliki teman untuk diajak kos bareng. Akhirnya aku kenal dengan anis . Aku pun mencari-cari kosan  bareng dengan dia, dan akhirnya aku ngekos bareng dia di kelapa dua sebrang kampus E. Tak ku sangka sampai saat ini aku klop dengannya seperti sudah kenal lama yang ternyata awal mulanya kamio hanya kenal di PPSPPT.
Inilah kisahku sampai detik ini aku berkuliah digunadarma. Aku harap bisa menjadi orang yang suskes dan membahagiakan orangtuaku, amiin.

























PUISI
Ibu..
Matamu seakan ingin berkata sesuatu
Keringatmu seakan melontarkan kelelahanmu
Suaramu seakan memberikan jawaban

Ada apa dengan kau ibuu
Apa kau sakit? Apa kau kelelahan?
Matamu begitu sayu, seperti kau menahan beban
Yang tak pernah kau ucapkan

Ku pandangi wajahmu lagi dan lagi
Ternyata semakin tampak kerutan di wajahmu
Ibuuu, bertahanlah disampingku
Ya allah, biarkan ibu bertahan lebih lama disampingku

Aku tahu, kamu capek kau kelelahan kau bahkan sakit
Katakanlah bu,katakanlah..
Kau sungguh benar dalam merawatku, menjagaku,
Biarkanlah aku menjagamu pula,
Walau tak sebenar apa yang kau lakukan padaku
Aku ingin berada disampinngmu
Walau aku tak bisa takan pernah bisa sepertimu, aku mohon
Biarkanlah ku membuat senyuman dari bibirmu
Jadikanlah aku mentari kecil dalam hidupmu
Agar bisa selalu bersama saling menerangi jalan kita
Thanks a lot mom ,I love u


Ayah,kak,de
Kau warna dalam hidupku
Ayah dengan banting tulangnya
Menafkahi kami,pagi siang malam kau tempuh
Dengan keringat yang keluar seakan kau berkata kau kelelahan
Tapi,kau tak pernah berkata itu sedikitpun dari mulutmu
Kau mengajarkan kami arti peduli, tangguh, siap, seakan kunci kepribadian kami
Kau bagaikan jembatan melewati kesuksesan kami
Terima kasih yah, kau selalu jadi pahlwan dalam hidup kami

Kak, de kau bagaikan rasa yang nikmat
Asam manis pahit kujalani dengan kau
Ku selalu belajar semua arti perjalanan hidup kami
Yang setiap rasa memilki kesan yang begitu penuh arti

Guru,
Bu pak entah bagaimana ku harus berterimakasih padamu
Semua ajaranmu membuat ku belajar hingga kini
Bimbinganmu yang selalu ku terapkan dari sisi hidupku
Ocehanmu jadi selalu kenangan yang ku ingat sepanjang masa
Yahh, omelanmu yang bikin  gregetan itu kadang sebagai hiburanku, tapi
Bukan sekedar hiburan tapi selalu jadi pelajaran berharga.

Sahabat,
Entah mulai dari mana ku berkata
Semua kesan amat membuatku selalu merasa lebih muda
Tertawa seperti makanan keseharian kami
Dengan canda tawa, sedih ada pula
Itulah keindahan, sampai kini
Mungkin kita dipisahkan oleh jarak dan waktu
Tapi, percayalah suatu saat nanti sampai nanti
Kita kan tetap bersama merajut masa indah kembali sampai akhir tua,

Dan kau,
Entah siapa yang ku sebutkan
Selalu menjadi indah bagaikan pelangi di pagibuta sejak awal
Dan membuat angin maupun petir menjadi gelap dilangit kala akhir
Selalu seperti itu, yahh tapii
Ku tetap memberikan ucapan syukur
Karena dengan itulah membuat lengkap hidupku dan membuat rasa menjadi nikmat
Yah, nikmat walau hanya manis dilidah dan pahit ditenggorokan tapi tetap kan ku telan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar