My life
stories
“It is better to be hated for
what you are than to be loved for
what you are not.”
By:
meisa listiani,36414553
Hai,
namaku meisa listiani aku mahasiswi gunadarma angkatan 2014 dengan fakultas
teknologi industry jurusan teknik industry. Disini saya akan menceritakan
pengalaman hidup saya .
Saya
dilahirkan oleh orangtua saya yang bernama jaenudin sebagai ayah saya dan iyah
herliah sebagai ibu saya. Mereka dilahirkan di dua kota yang berbeda, ayah saya
berasal dari rangkas bitung dan ibu saya yang berasal dari pelabuhan ratu.dan
saya dilahirkan di pandeglang banten.saya dilahirkan oleh ibu yang teramat
berarti bagi saya. Sewaktu saya berada dikandungan ibu saya, dia merawatnya
dengan baik walau banyak kendala yang dialami oleh ibu saya seperti
sakit,mual-mual.dan itu berlanjut sampai enam bulan lamanya.saat usia kandungan
menginjak tujuh bulan itu menandakan perlu adanya tujuh bulanan dalam adat
sunda dan itu pun dilakukan oleh ibu saya.waktu yang dinanti-nantikan pun tiba
Sembilan bulan saya berada dalam kandungan akhirnya Allah SWT mengizinkan saya
untuk hidup didunia,ibu sayapun melahirkan saya dengan normal pada tanggal 18
mei 1996, dibantu oleh seorang bidan yang dipangil kerumah.
Aku
lahir dengan selamat dan ibuku pun selamat saat melahirkan. Sewaktu aku
dilahirkan ibu dan ayahku memberi nama meisa listiani ,sebab nama meisa diambil
dari bulan mei hari sabtu dan listiani sebagai nama pelengkapnya.
Aku
diberikan asi ekslusif oleh ibuku selama satu tahun setengah ,dan aku mulai
tumbuh gigi pada usia sembilan bulan..seorang anak termasuk aku biasanya ketika
mulai tumbuh gigi merasa gatal giginya dan ingin menggigit sesuatu apapun yang
ada didekatnya.
Saat
usia enam bulan aku mulai bisa memanggil mamah. Aku mulai bisa merangkak saat
usia tujuh bulan dan bisa duduk saat usia Sembilan bulan . Pada saat aku
berusia 1 tahun akhirnya aku bisa berjalan dari yang merangkak duduk berdiri
dan akhirnya berjalan .dalam adat kami perlu diadakan nya saweran yaitu
syukuran seorang anak yang sudah bisa berjalan,saweran itu isinya uang koin dan
beras kuning. Pada usia tersebut aku mulai bisa menirukan omongan orang lain
dengan kurang jelas , dan mulai lancar berbicara pada usia
Aku
pernah mengalami sakit yang lumayan agak parah yaitu muntaber pada usia enam tahun.
Saat malam hari aku memakan opor tahu yang ibuku masak selanjutnya aku memakan
semangka,dari situ badanku mulai merasa tidak enak, seperti ada yang
mengaduk-adukan pertku. Dan merasa mual
dan mules . Ibu dan ayahku bingung dan curiga mengalami muntaber , selanjutnya
pertolongan pertama ibu dan ayahku mebawa aku ke puskesmas dengan bantuan obat
dan infusan akhirnya aku bisa tidur. Saat pagi mual ku kambuh dan mules yang
terus menerus membuatku terus merengek dan menangis terus memanggil nama ibuku. Lalu,
perawat puskesmas menyarankan ibuku untuk segera membawanya ke rumah sakit. Setelah
sampainya dirumah sakit aku bertemu lagi dengan jarum suntik untuk mengalirkan
infusan dalam nadiku.beberapa hari aku dirawat dirumah sakit akhirnya aku bisa
pulang dan beraktivitas seperti biasanya.
Teman
masa kecilku yaitu utami,rima,fina,neni,tika,virda dan masih banyak lagi, aku
bukan termasuk anak yang nakal loh, hehe. Aku sering banget berantem sama
saudaraku yaitu utami tapi tidak kalah seringnya bermain berceria dengannya,aku
dan dia lahir ditahun yang sama dengan itu kami dianggap seperti saudara kembar
,sampai baju yang kita kenakan ada beberapa yang sama padahal aku dan dia bukan
saudara kandung loh .seperti halnya ulang tahunku yang ke empat , baju yang
kukenakan sama seperti utami padahalkan yang ulang tahun aku tapi dia ingin
memakai baju yang sama denganku dan yang duduk didepan bukan hanya aku yang
ulangtahun tetapi saudaraku utami itu duduk berdampingan denganku.lalu barang
apapun yang aku punya saat aku masih kecil pasti utami pun punya karena kami
selalu diberikan barang yang sama.
Usia
enam tahun pun tiba, aku ingin bersekolah,lalu ibuku memberikan pilihan ingin
masuk TK terlebih dahulu atau langsung menginjak SD, dan ternyata teman-teman
masa kecilku disini langsung menginjak SD , lalu akupun tidak memiliki teman
jika bersekolah di TK terlebih dahulu akupun ingin ikut seperti temanku yang
lain, sehingga orangtuaku pun memasukan aku ke SD.
Hari
senin pun tiba aku dikenakan kemeja putih dan rok rempel pendek berwarna merah
dengan rambut pendek seperti layaknya anak lelaki dengan belahan pinggir dan
memiliki jidat yang lebar, dengan dipakainya tas koper berwarna pink bergambar
Barbie dan ternyata saudaraku pun memilik tas yang sama tatapi warna biru
dongker dengan mickey mouse sebagai gambarnya.sekolahku tak jauh dari rumah
hanya berjarak sepuluh meter dari rumah. Pertama bersekolah aku diantar oleh
ibuku selama tiga hari lamanya, tetapi ibuku menunggu diwarung dekat sekolah.
Pertama
bersekolah aku memilih kursi untuk diduduki, dan aku duduk dikursi ke tiga dari
lima barisan.saat pembelajaran dimulai masih perkenalan. Saat hari kedua disaat
pelajaran terakhir semua siswa diberikan soal siapa yang bisa dia boleh pulang,
saat itu aku tak bisa mengerjakan soalnya aku merengek pada teman sebangkuku,
dia pun terburu-buru dan tak sempat memberikan jawabannya kepadaku, akhirnya
akupun bingung dan menangis.
Aku
tidak mendapatkan peringkat dikelas satu, tapi aku tak bersedih karena memang
masih polos dan belum mengerti apa-apa.saat aku naik kekelas dua, yah seperti
biasanya belajar dan bermain bersama teman-temanku.permainan favorit selama SD
yaitu bermain karet,permainan ini permainan mengesalkan tetapi memilki
keseruan, kenapa mengesalkan karena aku termasuk orang yang tidak tinggi saat
bermain karet permainan yang sering dimainkan adalah lompat tinggi , karena aku
tidak terlalu tinggi jadi aku selalu kalah dan selalu yang jaganya.dan juga ada
permainan beklas,bermain congklak,bermain engkle. Namanya aneh semua dan pasti
ada yang tak mengerti permainan apakah itu, tetapi itu memang permainan
bersejarah bagiku.dikelas dua ini aku mendapatkan peringkat tujuh , dan tahukah
senengnya aku, karena bisa mendapatkan peringkat.
Saat
menginjak kelas tiga, sekolah diwajibkan memakai jilbab dan akhirnya saya pun
memakai jilbab dengan kemeja lengan panjang tetap memakai rok rempel
pendek.akupun beranjak kekelas lima SD saya pun mulai berambisi ingin
memperbaiki nilai, waktu itu saya mendapatkan peringkat 6 . Waktu itu
diadakannya lomba-lomba, saya sih berharap bisa mengikuti salah satu olimpade
tetapi aku tak beruntung karena tak terpilih. Tapi saya tak berkecil hati. Saat
itu saya ditawari mengikuti lomba busana kartini yang diadakan pada tanggal 21
april , aku pun mengikuti lomba tersebut dengan pakaian kebaya berwara biru
dengan rok duyung layaknya keraton jogja dengan kepala disanggul, dengan make
up yang berwarna lipstick berwarna pink dan blush on pink dengan eye shadow
berwarna biru agar mecing dengan kebaya yang ku pakai dengan sendal selop, aku
berjalan layaknya di catwalk dengan ala-ala busana kartini yang kental
kebudayaanya. Dan akhirnya sayapun mendapatkan juara kedua.saat usia itu saya
sering bermain dengan saudara saya yaitu andri yang berasal dari bogor,
walaupun dia laki-laki tapi saya sering menemaninya bermain layang-layangan.
Saat
ku menginjak kelas enam semua terasa seperti bukan anak ingusan lagi, aku
bercita-cita dari kecil sebagai dokter, dikelas enam aku menjabat sebagai sekertaris
dan temanku vivi dia menjabat sebagai bendahara.dari kelas satu sampai kelas
lima SD murid-murid disekolahku menabung kepada walikelasnya masing-masing ,
tetapi dikelas enam ini berbeda karena walikelasku meminta agar tabungan diatur
oleh sekertaris dan bendahara. Karena ayahku bekerja di BPR (Bank Perkriditan
Rakyat) maka tabungan yang ditabungkan teman-temanku dikelas ,aku dan vivi
menabungkannya ke BPR. Kegiatan tersebut rutin selalu aku lakukan sesudah
pulang sekolah bersama vivi.pada suatu ketika buku tabungan BPR tertinggal
dirumahnnya, dan rumahnnya terkunci, tetapi kami tetap harus menabungkan
uangnya , dan diliat-liat jendela kamarnya vivi terbuka sedangkan jendelanya
kecil hanya berukuran 50x40 cm , karena badanku kecil akupun memaksakan masuk
kejendela tersebut dan akhirnya masuklah badanku, aku pun membuka pintu
belakang agar vivi dapat masuk .
Pada
angkatan saya ternyata mulai diadakannya UN , dan saya mnegrjakannya dengan
agak sedikit gugup tapi terjawab. Suatu ketika tibalah pengumuman UN dan semua
siswa kelas enam berkumpul dilapangan da nada kepala sekolah didepan yang akan
mengumumkan hasil UN tersebut.kami pun deg-degan dan merasa resah dengan hasil
tersebut. Detik-detik pengumuman tiba dahn akhirnya kepala sekolah bilang siswa
SDN 1 Saketi “ LULUS SEMUA “ , kami pun bersorak gembira. Hari pesta kemeriahan
pun tiba yaitu pelepasan dan kenaikan kelas. Tatapi hari itu mukaku berubah
jadi cemberut,resah,dan iri karena aku tidak masuk 10 nilai UN tertinggi walaupun
dikelas aku mendapatkan peringkat empat.
Berakhirnya
masa SD aku pun memasuki SMP, aku masuk SMPN 1 Saketi yang tak jauh pula dari
rumahku sekitar berjarak 200 meter dari rumah . Akupun mengikuti tes masuk SMP
dan aku masuk dan duduk dikelas VII B, yang ternyata itu adalah kelas khusus
perempuan.disitu aku bertemu dengan banyak teman baru. Dan akhirnya aku dikelas
tersbut menjabat sebagai ketua kelas, banyak rintangan yang aku hadapi sebagai
ketua kelas dan banyak pula pembelajaran .terbilang, umur segitu masih labil
,remaja tahap bawah banget. Aku diuji saat itu. Jujur aku orangnya ingin
dituruti, taat pada apa yang harusnya. Jadi saat aku menjabat sebagai ketua
kelas banyak konflik segala macam.
Jujur
aku sebagai ketua kelas , tapi aku sudah pernah masuk bk hampir sering. Jangan
contohin aku yah.Waktu itu , guru pelajaran matematika tidak masuk dengan itu
ia menugaskanku untuk menyalin buku yang ada dibuku paket, tetapi ternyata
teman kelasku banyak yang tidak menulis dan rebut luar biasa. Akhirnya aku marah
kepada mereka dan akupun menaruh kursi didepan dan memantau mereka yang tidak
menulis. Tetapi, aku sendiri didepan tidak menulis hanya mendiktekan kepada
teman kelas saja, egois sekali aku, aku memang bukan pemimpin yang baik.
Ada
teman aku yang tidak menulis dia malah mengganggu teman yang lain dimelemparkan
penghapus kepada dia, mereka semua tercenga dan diam seketika, aku takut dan
merasa menyesal akhirnyapun aku minta maaf, tetapi tetap saja aku sudah
mengotori kepercayaan mereka.
Saat
itu ada juga teman kelas aku dia tidak menulis dan sedang mengobrol, akupun
marah kepada dia , tapi dia juga tidak mau tersalahkan akhirnya ada keributan
kecil disitu, dan akhirnya dia pinsan, kami pun bingung kenapa dia bisa pinsan
,setelah sadar aku dipanggil BK karena laporan temanku yang pinsan,
diberikanlah peringatan kepadaku.
Waktu
itu diadakan lomba rebahan antar kelas ,tetapi kami belum mendapatkan penyanyi,
suatu itu yang bernama ine dia memiliki suara yang bagus lalu waktu itu aku
menyuruhnya untuk menjadi pengisi suara yang rebahan tapi dia tidak mau, dan
akupun bingung karena tidak ada yang suaranya bagus selain dia dan kami pun
hamper memutuskan untuk tidak mengikuti lomba tersebut, tetapi temanku yang
lain membujuk aku agar membujuk bersama-sama kepada ine agar mau menjadi
pengisi suara, akhirnya dia pun mau.acara lomba tersebut tiba, giliran kami yng
maju dan banyak sekali penontn dibawah
kami pun memainkan rebana dan ine sebagai penyanyinya, penonton pun
bersorak, setelah selesai kami pergi kekelas dengan malu , setelah sampai
dikelas tiba-tiba ine pinsan , kami tercenga dan bingung akhirnya ine dibawa ke
UKS, setelah sadar aku dipanggil ke BK lagi bersama temanku karena ternyata ine
berkata lain setelah sadar dan munuduh aku yang memaksanya. Aku pun diberikan
peringatan kedua .
Pada
suatu ketika kelasku bersih sekali dan sepatu pun dibuka hanya memakai kaos
kaki, saat itu guru olahraga belum masuk ,aku duduk dengan menyilangkan kakiku
diatas kursi, dan akupun dipanggil temanku disebelah bangku dertanku, aku pun
melangkah diatas kursi kekursi lain untuk mencapai temanku yang memanggil ,
saat aku melangkah jreng..jrenggg…… datanglah guru olahragaku ,akupun
tertangkap basah sedang melangkah diatas kursi, ternyata guru tersebut marah
karena tak sopan katanya aku pun hanya menunduk dan guru olahragaku pun
melaporkan kepada walikelas aku, diapun kekelas dan langsung berkata siapa saja
yang pernah berjalan diatas meja sekarang juga ke BK, akupun menunuduk dan
pergi seorang diri ke BK dan ternyata tak aku sangka teman-temanku dikelas
hamper setengahnya mengikutiku dan bilang dia akan menemaniku karena dia juga
merasa kapanpun itu pasti pernah berdiri diatas kursi. Akupun tersenyum dengan
terharu. Kami pun dipanggil ke BK menjelaskan bahwa tidak pernah berjalan diatas
meja hanya berdiri diatas kursi, tetapi guru BK tetap tidak memberi toleransi
dan memberikan hukuman untuk mengelilingi lapangan sebanyak sepuluh kali . Betapa
malunya aku berlari dilapangan disaksikan oleh kakak kelas semua. Kelasku memang
kelas paling bermasalah karena memiliki KM seperti diriku. Dari situ aku
berfikir untuk lebih bertanggung jawab lagi dan menjaga amanah yang berikan
jika aku dituntut menjadi pemimpin lagi .tapi alhamdulilah saya mendapat
peringkat pertama dikelas.
Akupun
berfikir kita sebagai pemimpin harus adil dan bertanggung jawab, dan jangan
jadilah pemimpin yang otoriter.
Saat
aku menginjak kelas dua SMP aku masuk kelas unggulan khusus perempuan.disitu
aku mencoba lebih baik dan alhamdulilah aku mendapatkan juara umum ke 3 dri semua
kelas dua. Pada saat aku menginjak umur tersebut aku pernah demam tinggi aku
tak bisa apa-apa seperti sekujur tubuhku kaku dan dingin tapi merasakan panas
yang tinggi pula.ibuku pun panic dan langsung membawaku ke dokter bersama
ayahku dan ternyata dokternya menyuntikan sesuatu cairan dalam tubuhku dan
responnya timbulah bintik-bintik merah dilenganku. Dokternya bilang ini gejala
demam berdarah perlu dilakukan test darah, semoga saja ini bukan demam berdarah
bu, dokternya bilang pada ibuku. Kami pun keluar menunggu giliran aku untuk
dipanggil , muka ibuku pun memerah sambil menenangkanku. Akhirnya akupun
dipanggil dan disuntik diambil darahnya. Saat hasil tesnya keluar akupun
dipanggil dokter,dia berkata anak ibu mengalami demam berdarah maka anak ibu harus
secepatnya dibawakan kerumah sakit , aku pun dilarikan ke rumah sakit dan
dirawat beberapa hari.
Beberapa
bulan kemudian akupun menginjak kelas tiga SMP ,saat itu aku masuk kelas
unggulan campuran kali ini aku berasa dikelas yang isinya perempuan dan
laki-laki, sungguh pengalaman yang amat mengesankan bagiku karena
kebersamaannya teramat bersatu. Karena kelasku itu Sembilan A maka ada
sebutannya yaitu salvana . Beberapa waktu kemudian diadakanlah ujian nasional
yang serentak dilakukan diseluruh Indonesia. Setelah menunggu sebulan lamanya
tibalah waktu yang ditunggu-tunggu yaitu pengumuman kelulusan. Aku sih
sebenarnya tidak terlalu deg-degan karena sudah yakin pasti lulus haha.., dan
alhamdulilh anggapan aku benar akupun dinyatakan lulus.
Beberapa
tahun kemuadian aku menginjak SMA, dari situ aku mulai bingung akan masuk SMA
apa, nit aku ingin memasuki SMAN 1 Serang, karena itu favorit, tetapi tak lama
aku lihat dikoran tentang hasil ujian saringan masuk SMAN 1 Serang, aku pun
putus asa aku belum sempat mendaftarkannya. Sehingga akupun memilih untuk masuk
ke SMAN 1 Pandeglang , saat dijalan menuju SMAN 1 aku di SMS temanku untuk
mencoba SMAN 2 terlebih dahulu, karena jarak SMAN 2 dahulu kemudian SMAN 1 ,
maka aku dan ayahku mampir ke SMAN 2 terlebih dahulu untuk mendaftar, ternyata
untuk mendaftar digunakan SKHUN asli, maka aku bingung karena jika aku
mendfatar ke SMAN 1 perlu SKHUN asli pula dan jadwal pendaftrannya pun sama ,
sehingga ayahku memutuskan untuk mendaftar di SMAN 2 saja, katanya semua
sekolah sama saja dan juga SMAN 2 jaraknya lebih dekat dari pada SMAN 1,
sehingga akhirnya aku mendaftar di SMAN 2 pandegalng .hasil tes pun keluar dan
lahmdulilah saya pun keterima menjadi siswa di SMAN 2 bahkan aku meraih nilai
tertinggi.
Akupun
masuk dikelas X-7, dan ternyata itu adalah kelas unggulan yang letaknya dekat
kelas X-8 yang ada diujung dekat mes.tetapi pembangunan sekolah mulai dilakukan
sehingga bangunan kelas pun mulai berantakan, sehingga kelasku dipindahkan ke kelas
bekas laboratorium bahasa yang ruangannya lebih luas dibandingkan kelas
sebelumnya dan terdapat AC serta kursi yang lebih empuk. Sebenarnya seperti
diskriminasi karena membuat kelas lain iri pula. Karena kelasku kesannya
unggulan oleh semua kelas jadi banyak yang kurang suka dengan kelas aku. Contohnya
saja pada saat istirahat tiba, kami orang-orang kelas sangat jarang keluar
karena memang males kalaupun keluar kami selalu bareng-bareng sepert
gerombolan. Jadi, pandangan orang saat liat kami tuh ih mereka mah ga keluar
pada belajar kali padahal tidak kami memang males untuk keluar dan jarang
sekali untuk belajar.
Saat
itu, karena kami siswa baru di SMAN 2 pandeglang maka diadakannya pengukuhan . Acara
tersebut acara yang paling banyak kenangannya. Dikelasku paling banyak
perempuan dibandingkan laki-lakinya jadi kelompok pengukuhan dibagi menjadi
tiga kelompok, dua kelompok perempuan dan satu kelompok laki-laki. Pengukuhan diadakan
di desa cikoromoy. Disitu kata orang-orang sih angker jadi kalau ada yang
kesurupan sudah tidak asing lagi. Hari pertama pun tiba semua kelompok pun
harus mendirikan tendanya masing-masing, dan tenda kelopok ku tidak bisa
didirikan, akhirnya kakak pembimbing membantu kami. Dihari pertama diadakanlah
lomba memasak alam, kelompok kami pun memasak gegetuk yang berbahan dari
singkong dan rasanya enak loh .. , lalu diadakan juga raja dan ratu rimba,
kelompok kami diwakili oleh mila. Saat malam tiba dikumpulkannyalah semua siswa
untuk mengaji bareng-bareng saat mengaji
selesai dilanjutkan dengan penceramahan, tiba-tiba ada suara jeritan diarah
barisan samping kiriku dan ternyata dia kesurupan akhirnya semua siswa panic
termasuk aku, kamipun berlarian sampai sendalku copot ilang entah dimana, dan
guru-guru pun menenangkan kami agar tetap berkumpul dilapangan. Akhirnya situasipun
lebih tenang. Dan saat malam lebih menuju ke tengah malam akhirnya dipasanglang
api unggun ditengah lapangan dengan keseruan yang ada akhirnya semua siswa pun
menari gangnam style. Malam pun semakin larut kamipun segera kemabli ketenda
masing-masing untuk tidur.
Keesokan
harinya acarapun dimulai yaitu penjelajahan dan out bond. Karena sebelumnya aku
belum pernah mengikuti outbond, akupun deg-degan dan akhirnya aku bisa melewati
flying fox dengan teriakan andalanku hehe seru-seru .. Dan tibalah waktu
penjelajahan , kelompok ku berjalan mengarungi sungai dan terdapat banyak pos,
disitu ada pengawas yang mengawasi kami dan setiap kelompok harus mengisi soal
yan ada di setiap pos. Saat berada di pos terakhir kami harus mengarungi sungai
lagi , akupun sudah tidak kuat lagi badanku lemas ,kepala ku pusing disepanjang
jalan menuju perkemahan aku mengeluh karena badanku tak tahan lagi untuk
melanjutkannya, teman-temanku pun memberikan semangat dan sesampainya
diperkemahan dan itu menjadi pos terakhir ketua kelompok kami melapor dan
badaku melemas tanpa ada tenaga kepalaku keleyengan akhirnya akupun pinsan. Dan
tak sadarkan diri untuk beberapa waktu . Ternyata tak lma kemudian ibu dan
ayahku sedang menengok aku, walaupun sebelumnya merek tidak dihubungi oleh
panitia, mungkin sudah seharusnya akupun dibawa pulang oleh orangtuaku. Akupun langsung
dibawa kedokter. Padahal aku tidak mau pulang karena aku tidak ingin melewatkan
api unggun. Akhirnya aku hanya bia mndengarkan cerita dari teman-temanku. Hari seninpun
tiba dan pengumuman juara pengukuhanpun mulai diumumkan oleh wakil kepala
sekolah, dan ternyata yang mendapatkan juara 1 kelompok perepuan adalah
kelompok perintis 7, itu adalah kelompok kamiii,, yeeeee… dan juara 1 laki-laki
yaitu penggala 7, ternyata itu adalah kelompok laki-laki kelas aku, yeess
keberuntungan yang teramat menyenangkan.
Semester
dua pun datang, saat itu aku mulai merasakan persaingan yang ketat, saat itu
diadakannya olimpiade , maka akupun mengikuti eskul astronomi agar aku dapat
mengikuti olimpide astronomi. Dan ternyata yang mengikuti eksrakulikuler hanya
aku dan seorang teman cowoku, beberapa minggu kemudian temanku perempuan ikut
ekstrakulikuker tersebut. Lomba olimpiade saint nasional tingkat kabupaten pun
dimulai sehingga pemilihan peserta pun dimulai, karen pa guru ekstrakulikuler
tak terlalu dekat denganku dia memilih peserta laki-lak satu-satunya dan yang
menduduki ebagai peserta perempuan pak gurunya tidak tahu, sehingga dia
bertanya kepada teman laki-laki ku itu di bilang bukan aku melainkan teman
perempuanku yang baru saja masuk. Akhirnya aku pun berkecil hati karena tidak
dapat mengikuti olimpiade, tapi aku semangat kembali karena dikelas dua
akhirnya aku bisa menjadi salah satu peserta lomba olimpiade fisika, tapi
sayang aku tidak mendapatkan juara.
Di
akhir semester dua, kekompakan kelasku pun makin menyatu, aku seperti mempunyai
saudara sebnyak 37 orang dengan sebutan suju, dengan orangtua kami bersama
yaitu wali kelas suju yang bernama siti aisyah. Saat itu diadakan lomba stand
bagi kelas sepuluh, standnya itu berisi karya-karya yang memiliki nilai
jual.pertama kamipun memilih tempat stand yang diadakan di aula sekolah kami
yaitu diujung berhadapan langsung dengan pintu masuk. Kami pun dibagi beberapa
kelompok, kelompok dekorasi,kelompok peralatan yang anggotanya laki-laki
semua,kelompok makanan, dan kelompok karya yaitu aku sebagai salah satu
anggotanya. Anak laki-laki kelas kami hanya berjumlah sebelas orang dari 37
orang merek bertugas mencari peralatan seperti bambu,paku dan berusaha
mendirikan stand. Kelompok aku membuat beberapa karya seperti celengan, figura,
gantugan kunci dll. Kelompok karya ini sudah dipersiapkan jauh sebelum hari-H. Sehari
sebelum hari-H sepulang sekolah kami sibuk mempersiapkannya. Yang kelompok
makanan segera membeli bahan-bahan yg akan dibuat malam hari. Kelompok dekorasi
membuat pernak-pernik untuk menarik pengunjung , seperti membuat dua gambar
anime berdimensi 2D dengan postur seperti manusia yaitu anime seorang perempuan
dan laki-laki. Dan anak laki-laki sibuk dengan pembuatan stand. Sedangkan kelompok
aku mengumpulkan karya , tetapi ternyata karya yang akan kami jual tidak cukup
untuk memenuhi stand dan menarik pengunjung , kami pun bingung dan terus
berfikir. Tak lama kita berdiskusi dengan hasil kami perlu adanya bantuan
dagangan orang lain yang bisa kami jual agar bisa memenuhi stand kami. Akhirnya
upik pun memberi jalan terang, dia mengenal took yang bisa kami jual
barang-barangnya, tapi tempatnya lumayan jauh bisa mencapai satu jam dengan
menggunakan sepeda motor, tetapi hari mulai sore. Kami pun menyarankan untuk
segera kesana termasuk aku yang menyarankan untuk pergi. Akhirnya aci dan upik
pergi.
Haripun
menjelang senja, tetapi cuaca tak mendukung hujan yang deras menyelimuti
kegelisahan. Anak laki-lakipun ternyata mereka belum sedikitpun mendirikan
tenda ,ternyata bamboo yang akan didirikanpun belum ada, kami Tanya kepada
mereka, mereka menjawab bahwa tukang bambu itu sudah ada janji sebelumnya
dengan kami bahwa dia akan mengantarkannya kesekolah, tapi hari sudah senja
gini tak ada kabar dari tukang bambu itu. Merekapun dengan cuaca hujan
memaksakan diri untuk mengambil bambu itu dengan menggunakan sepeda motor.
Haripun
semakin gelap, adzan magrib sudah berkumandang sejak tadi, kami pun solat
berjama’ah disekolah. Situasi sekolahpun yang biasanya saat itu sepi berubah
menjadi ramai denga kesibukannya masing-masing. Kami melihat di aula seluruh
kelas sepuluh seudah mendirikan standnya masing-masing hanya satu petak yang
tak terlihat sebatang pakupun yaitu kelas kami -_-. Kami pun patah semangat,
anak laki-laki belum ada kabar, aci upik belum pulang suasanapun erubah menjadi
khawatir, dengan menghibur diri aku bersama teman yang lain pun berjoget-joget
mnyalakan music dengan kencangnya. Tak lama kemudian anak laki-laki tiba dengan
basah kuyup dan memberikan berta bahwa salah satu dari mereka sakit meriang
karena kehujanan. Dan tinggal aci dan upik yang belum ada kabar, kamipun
menelpon nya tapi selalu tidak aktif, haripun semakin malam. Lalu tak lama
kemudian merekapun datang dengan wajah sedih kebingungan dan basah kuyup.upik
pun langsung berkata , upik dimana ngapain ,ada apa ini. Kamipun bingung dan
ketakutan setengah mati. Lalu aci pun menceritakan bahwa upik sempat jatuh
dimotor lalu di tak ingat apa-apa. Kamipun bingung dan sedih kami terus menanyakan
kepada dia tapi dia tidak mengingatnya. Tapi jangan khawatir dia ingat nama
kami semua tetapi dia tidak ingat kejadian yang baru-baru saja. Diapun jatuh
sakit tubuhnya meriang lalu keluarganya langsung menjeput dia. Situasi pun
berubah menjadi haru biru, akupun merasa bersalah. Anak laki-laki pun segera
memasang tenda dimana kelas lain sedang beristirahat. Haripun semakin malam
,akupun dijemput oleh orangtua ku sedangkan teman-temanku belum selesai
mengerjakannya tetapi ibuku memaksa pulang, akhirnya merekapun memahami dan
akupun berpamitan.
Keesokan
harinya, hari yang di tunggu-tunggu. Aku berangkat pagi dari rumah ingin segera
melihat hasil karya teman-temanku, dan hasilnya amazing keren deh nuansa hijau
yang matcing dengan baju kelas dengan dua gambar anime didepan stand sebagai
figure selamat datang. Tak kami sangka, pengunjung pun ramai berdatangan ke
stand kami. Dan alhasil habis… semua makanan dan karya kami habis dibeli para
pengunjung. Dan diakhir acara, tibalah waktunya hasil penilaian dan jreng
jreng… yang juara pertama diraih oleh kelas sepuluhhhhhh tujuhhhh,,, yeeeee .. Kamipun
berteriak dengan haru senang. Perjuangan yang tak sia-sia. Diakhir acara semua
kami tak lupa menengok teman-teman kami upik dan feby. Akhirnya tak lama
kemudian upik pun sembuh dengan ingatannya, dia malah tertawa dengan apa yang
sudah dia alami.
Akupun menginjak kelas dua, akupun bertemu
dengan teman sahabat yang teramat berarti yaitu aku, upik, aci, Ilma, eneng, yeyen,
nuro, fitri, yani, mila. Kami bersepuluh dengan sebutan jomu. Kami pun berbagi
cerita, kesedihan,pengalaman, yang pasti kebahagiaan. Basecame kami berada di
kebon rumah aci. Kami sering menginap. Dan ada pula smc itu adalah kerabat
dekatnya jomu mereka bersepul pula dengan anggota laki-laki semua.kamipun
bersahabat layaknya adik kakak.
Akupun
menginjak kelas tiga SMA, lalu ada musibah yang menimpa kelurgaku . Saat itu
ayahku sedang mengambil uang kantor ke bank dengan menggunakan mobil tiba-tiba
dijalan mobil yang dipakai ayahku ban nya kempes terkena paku, akhirnya dia
mencari tambal ban, saat itu mobil yang dipakai ayahku disimpan disebrang
tempat tambal ban , ayahku pergi tanpa membawa uang tersebut, akhirya kaca
mobilnya pecah da uangnya diambil oleh sipencuri tersebut. Dengan cepatnya
pencuri tersebut kabur, ayahku baru menyadari setelah pencuri itu hilang entah
kemana. Ayahku pun kaget dan tak bisa berkata-kata apapun . Akhirnya ayahku
melaporkannya kepolisi. Tapi, cobaan yang dihadapi ayahku tak sampai disana
dikantor polisi keadaanya makin parah karena bukannya meringankan polisi malah
makin menyalahkan ayahku karena kelalaiannya. Muka ayahku pun memerah aku pun
tak henti-hentinya menangis dan berdo’a. Ibuku sperti orang tanpa arah muka
pucat. Dan akhirnya banyak orang teman kantr ayahku menjelaskan bahwa ini semua
adalahh musibah. Dan akhirnya ayahku dibolehkan untuk pulang. Dan sampai saat
ini belum ada keterngan yang jelas dari polisi tentang pencurian itu.
Diakhir
kelas tiga, akhirnya UN pun datang dengan perjuangan yang tak mudah, bimbel
sana sini, pulang selalu larut malam. Akhirnya UN pun tiba dengan sekejap
selama tiga hari.lalu, akupun menunggu pengumuman sebulan lamanya. Tak lama,
diadakanlah acara pelepasan kelas tiga. Disitu kami pun berpseta ria haru biaru
yang menyelimutinya karena tak lama lagi kamipun segera berpisah.dan tak lupa
jomu dan smc menymbangkan sebuah lagu yang judulnya sebiru…. Waktu sebulan tersebut aku gunakan dengan tidak sia-sia
menganggur begitu saja. Karena aku tau bakal adanya study setelah ini akupun
bersi keras untuk bimbel diluar agar aku bisa mendapatkan perguruan tinggi yang
aku inginkan. Waktu pun datang dengan cepat, akhirnya waktu tiba pengumuman UN
dan ternyata berbarengan dengan pengumuman STIS, yang seblumnya aku pernah
mengikuti ujiannya. Ternyata waktu pengumuman lebih dulu STIS, akupun
melihatnya di internet dan ternyata aku gagal. Lalu saat pukul sepuluh tibalah
waktu pengumuman UN , tapi aku sudah tidak bersemangat lagi karena kegagalanku.
Aku kecewa , sungguh pengumuman yang tak ku harapkan. Aku pun membuka website
sekolah akupun lulus rasanya tak bahagia tak seperti teman-temanku yang sibuk
di medsos dengan mengumbarkan kelulusan UN.
Akupun
menginjak study akhir aku harus segera memutuskan untuk melanjutkan ke
perguruan tinggi mana aku akan masuk. Semasa SMA aku terobsesi masuk perguruan
tinggi negeri, karena dorongan dari diriku sendiri dan sahabatku aku bertegad
untuk mengambil salah satu universitas favorit dan prodi favorit. Sewaktu itu
pemilihannya dinamakan SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri).
Akupun berunding dengan orangtua ku, awalnya orangtua ku menyarankan untuk
tidak memasukan perguruan tinggi favorit tapi aku bersikeras memujuk mereka dan
akhirnya menyetujuinya, dan akupun berkonsultasi dengan guru bk(bimbingan
konseling), dia pun sebelumnya melarangku untuk memilih itu,tapi akhirnya pak
agus membolehkannya. Saat detik-detik pengumuman tiba aku sebenarnya udah
pasrah duluan karena aku sebelumnya searching tentang kuota mahasiswa yang
masuk tentang pemintanya aku pun lemas setengah mati. Saat aku membukannya dan
ternyata jreng jrenggg…tulisannya bewarna merah dan itu “ maaf anda tidak
diterima sebagai mahasiswa yang anda pilih “. Dari situ aku gaputus asa aku
brfikir masih banyak jalan , aku terus mencoba buat dapetin apa yang aku mau.
Selanjutnya
aku mengikuti SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) , nah
bedanya dengan snmptn ini kini tes tulis karena yang sebelumnya adalah undangan
. Nah disini aku masih tidak melihat keadaan dan aku masih memilih perguruan
tinggi negeri terbaik dan jurusan favorit pula, tapi karena tes tulis jadi aku
sebelumnya mengikuti bimbingan belajar dan mengikuti beberapa try out, dari
hasil try out aku berhasil melewati passing grade untuk plihan tersebut.
Akhirnya, akupun dengan pede nya memilih unpad dengan jurusan teknologi pangan.
Dan saat hari dimana dijalankannya tes aku deg-degan dan waktupun tiba petugas
segera membagikan soal, saat aku lihat soalnya ternyata lebih susah dan berbeda
dengan aku menjalankan try out. Disitu aku putus asa untuk yang kedua kalinya.
Dan sebelum pengumuman tes tersebut diumumkan karena rentan waktu nya sekitar
satu bulan. Dan aku pun mengikuti tes lain yaitu UTM IPB , dan masih sama tekad
aku ingin mewujudkan mimpiku yaitu memilih teknologi pangan ipb karena
cita-citaku ingin medirikan perusahaan makanan. Saat tes dimulai perjuanganku
terus berlanjut aku pergi ke bogor berama
keempat temanku dan aku diajak menginap dikosan kakak kelas yang kuliah
di ipb juga, saat tes tiba pukul 07.00 wib sampai dengan jam 15.30 karena
ternyata tesnya bersamaan dengan bulan puasa kamipun tak makan dan tak minum
dengan waktu yang sangat lama tersebut. Sesudah aku mengerjakan soal aku lega
karena aku berhasil mengerjakan beberapa soal. Setalah satu bulan berlalu
tibalah pengumuman sbmptn aku pun merasa deg-degan dan saat aku buka …. Aku pun
gagal untuk kedua kalinya. Akupun masih berfikir masih punya satu cadangan
yaitu UTM IPB setelah seminggu datang aku deg-degan banget karena ini
kesempatan terakhirku, akupun membuka dinternet gemeteran dan aku tak pula
membaca basmalah saat membuka dan hasilnya itu” maaf,anda tidak terdaftar
sebagai mahasiswa ipb” aku merasa hidupku taka da artinya lagi aku super patah
hati dan aku tak bisa menahan tangisan. Akupun menceritakan kepada orangtuaku
mereka pun menerimanya dan memberi nasihat tidak apa mungkin bukan jodohnya.
Dan
beberapa minggu kemudian dibuka tes UMPTN (ujian masuk perguruan tinggi negeri)
dan aku menunggu sebulan untuk mengikuti tes tersebut. Karena hanya beberapa
perguruan tinggi saja yang terdaftar pada umptn ,akupun memilih
undip,unsoed,dan untirta. Tapi,untirta aku simpan kepilihan 5 atau pilihan
terakhir.dan ternyata mamahku tak mengizinkanku untuk memilih perguruan tinggi
ke daerah luar, seperti jawa dan daerah jauh lainnya. Tapi aku tetap akan
memilih itu. Oiyah , sebelumnya aku sempat daftar pssb D3 undip memilih teknik
sipil melalui jalur undangan dan itu aku daftar jauh sebelum snmptn dan
alhamdulilah aku diterima, tapi tidak aku ambil karena alas an kedua
orangtuaku, mamah tak mengizinkan karena jauh dan bapak tak mengizinkan karena
d3 , akhirnya aku memilih undip lagi yang S1, dan saat hasilnya umptn tiba
akupun gagal untuk yang kebebrapa kalinya. Aku sempat patah semangat dan tak
berkeinginan untuk kuliah. Akupun membuka web perguruan tinggi yang masih
membukan jalur um, da nada ternyata unsoed masih membuka jalur um dan aku
memilih teknologi pangan, dan hasilnya tak ada aku gagal lagi dan lagi. Aku
putus asa dan tak berkeinginan untuk kuliah. Dan kedua orangtuaku pun terpukul
juga. Terutama bapak ku yang menyesal tidak mengambil D3 undip. Dan saat aku
tanya kepada mamahku , mamah tak berkecil hati karena mamah dari awal tak
mengizinkan aku untuk kuliah dijauh. Jadi aku berfikir lagi ridha orangtua
terutama mamah itu ridha allah juga. Dan
akupun memilih swasta dan yangku ambil adalah universitas gunadarma dengan
jurusan teknik industry dan alhamdulilah aku diterima sebagai mahasiswa sana.
Dan aku tak putus asa lagi aku berjuang untuk belajar disini dan menjadi
kebanggaan orangtuaku . Aamin.
Akupun
masuk dengan jurusan teknik industry, akupun tak mengenal siapapun digunadarma
ini . Waktu pas PPSPPT aku bertemu dengan salah satu anak baru juga ia beranama
rahmi dia kuliah disalemba dengan jurusan akuntansi. Akupun duduk bersama dia. Akupun
berkenalan dengan teman sejejarku yaitu putri, anis,sofi,ulfa. Akupun mengajak
mereka untuk ngekos bareng karena aku belum memiliki teman untuk diajak kos
bareng. Akhirnya aku kenal dengan anis . Aku pun mencari-cari kosan bareng dengan dia, dan akhirnya aku ngekos
bareng dia di kelapa dua sebrang kampus E. Tak ku sangka sampai saat ini aku
klop dengannya seperti sudah kenal lama yang ternyata awal mulanya kamio hanya
kenal di PPSPPT.
Inilah
kisahku sampai detik ini aku berkuliah digunadarma. Aku harap bisa menjadi
orang yang suskes dan membahagiakan orangtuaku, amiin.
PUISI
Ibu..
Matamu
seakan ingin berkata sesuatu
Keringatmu
seakan melontarkan kelelahanmu
Suaramu
seakan memberikan jawaban
Ada apa
dengan kau ibuu
Apa kau
sakit? Apa kau kelelahan?
Matamu
begitu sayu, seperti kau menahan beban
Yang tak
pernah kau ucapkan
Ku pandangi
wajahmu lagi dan lagi
Ternyata
semakin tampak kerutan di wajahmu
Ibuuu,
bertahanlah disampingku
Ya allah,
biarkan ibu bertahan lebih lama disampingku
Aku tahu,
kamu capek kau kelelahan kau bahkan sakit
Katakanlah
bu,katakanlah..
Kau sungguh
benar dalam merawatku, menjagaku,
Biarkanlah aku
menjagamu pula,
Walau tak
sebenar apa yang kau lakukan padaku
Aku ingin
berada disampinngmu
Walau aku
tak bisa takan pernah bisa sepertimu, aku mohon
Biarkanlah
ku membuat senyuman dari bibirmu
Jadikanlah
aku mentari kecil dalam hidupmu
Agar bisa
selalu bersama saling menerangi jalan kita
Thanks a
lot mom ,I love u
Ayah,kak,de
Kau warna
dalam hidupku
Ayah dengan
banting tulangnya
Menafkahi
kami,pagi siang malam kau tempuh
Dengan
keringat yang keluar seakan kau berkata kau kelelahan
Tapi,kau tak
pernah berkata itu sedikitpun dari mulutmu
Kau
mengajarkan kami arti peduli, tangguh, siap, seakan kunci kepribadian kami
Kau
bagaikan jembatan melewati kesuksesan kami
Terima
kasih yah, kau selalu jadi pahlwan dalam hidup kami
Kak, de kau
bagaikan rasa yang nikmat
Asam manis pahit
kujalani dengan kau
Ku selalu
belajar semua arti perjalanan hidup kami
Yang setiap
rasa memilki kesan yang begitu penuh arti
Guru,
Bu pak
entah bagaimana ku harus berterimakasih padamu
Semua
ajaranmu membuat ku belajar hingga kini
Bimbinganmu
yang selalu ku terapkan dari sisi hidupku
Ocehanmu
jadi selalu kenangan yang ku ingat sepanjang masa
Yahh,
omelanmu yang bikin gregetan itu kadang
sebagai hiburanku, tapi
Bukan
sekedar hiburan tapi selalu jadi pelajaran berharga.
Sahabat,
Entah mulai
dari mana ku berkata
Semua kesan
amat membuatku selalu merasa lebih muda
Tertawa
seperti makanan keseharian kami
Dengan
canda tawa, sedih ada pula
Itulah
keindahan, sampai kini
Mungkin
kita dipisahkan oleh jarak dan waktu
Tapi,
percayalah suatu saat nanti sampai nanti
Kita kan
tetap bersama merajut masa indah kembali sampai akhir tua,
Dan kau,
Entah siapa
yang ku sebutkan
Selalu
menjadi indah bagaikan pelangi di pagibuta sejak awal
Dan membuat
angin maupun petir menjadi gelap dilangit kala akhir
Selalu
seperti itu, yahh tapii
Ku tetap
memberikan ucapan syukur
Karena
dengan itulah membuat lengkap hidupku dan membuat rasa menjadi nikmat
Yah, nikmat
walau hanya manis dilidah dan pahit ditenggorokan tapi tetap kan ku telan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar