Sabtu, 15 November 2014

manusia dan pandangan hidup



MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP


A.   PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar itu manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup. Pandangan hidup berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
  1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
  2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu Negara
  3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka panandangan hidup itu  disebut ideology. Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsure-unsur  yaitu : cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. CIta-cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmana, dan kepercayaan kepada Tuhan.
B.   CITA-CITA
Menurut kamus umum bahasa Indonesia cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan dating. Pada umumnya cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi, dengan perkataan lain : cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya.
Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan. Disini persyaratan  dan kemampuan tidak/belum dipenuhi sehingga usaha untuk mewujudkan cita-cita itu tidak mungkin dilakukan. Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan dating sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Dapatkan seseorang mencapai apa yang dicita-citakannya tergantung dari 3 faktor; pertama factor manusia yang memiliki cita-cita, kedua kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakannya dan ketiga seberapa tinggikah cita-cita yang hendak dicapai.

C.   KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yagn sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.. Sebagai mahluk pribadi, manuda dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik dan buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan didalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku. Jadi suara hati dapat merupakan hakin untuk diri sendiri.
            Suara hati selalu memilik yang baik, sebab itu ia selalu mendesak orang untuk berbuat yang baik bagi dirinya. Oleh karena itu, kalau seseorang berbuat sesuatu sesuai dengan bisikan hatinya, maka orang tersebut perbuatannya pasti baik. Jadi berbuat dan bertindak menurut suara hati, maka tindakan itu adalah baik. Jadi baik atau buruk itu dilihat menurut suara hati sendiri. Meskipun demikian harus dinilai dan diukur menurut suatu atau pendapat umum. Jadi kebajikan adalah perbuatan yang sesuai dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya, karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri, sehingga tingkah laku setiap orang berbeda-beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku seseorang adalah: factor pembawaan, factor lingkungan dan pengalaman.

D.   USAHA/PERJUANGAN
Usaha /perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun denan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan, karena kemampuan terbatas timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya,

E.   KEYAKINAN/KEPERCAYAAN.
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat yaitu :

A.    Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari nature, dan itu dari Tuhan. Tetapi yang tidak percaya pada Tuhan, nature itulah yang tertinggi. Aliran naturalisme berisikan spekulasi mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada

B.     Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika/akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir, mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan piker (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses. Dengan akal diciptakan teknologi, teknologi adalah alat Bantu mencapai kebajikan yang maksimal, walaupun mungkin teknologi memberi akibat yang bertentangan dengan akal. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal.Benar menurut akal itulah yang baik. Manusia yakin bahwa kebajikan hanya dapat diperoleh dengan akal (ilmu dan teknologi). Pandangan hidup ini disebut liberalisme. Kebebasan akal menimbulkan kebebasan bertingkah laku dan berbuat, walaupun tingkah lakudan perbuatannya itu bertentangan dengan hati nurani. Kebebasan akal lebih ditekankan pada setiap individu. Karena itu individu yang berakal (berilmu dan berteknologi) dapat menguasai individu yang berpikir rendah (bodoh)

C.    Aliran Gabungan
Dasar aliran ini idalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Jadi apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani. Apabial aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbil dua kemungkinan pandangan hidup. Apabila keyakinan lebih berat didasarkan pada logika berpikir, sedangkan hati nurani dinomorduakan, kekuatan gaib dari Tuhan diakui adanya tetapi tidak menentukan, dan logika berpikir tidak ditekankan pada logika berpikir individu, melainkan logika berpikir kolektif (masyarakat), pandangan hidup ini disebut sosialisme. Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari Tuhan dan akal, kedua-duanya mendasari keyakinan secara berimbang, akan dalam arti baik sebagia logika berpikir maupun sebagai daya rasa (hati nurani), logika berpikir baik secara individual maupun secara kolektif panangan hidup ini disebut sosialisme-religius. Kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani, semuanya itu berkat karunia Tuhan.


F.    LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK

1.      Mengenal
Merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.
2.      Mengerti
Mengerti terhadap pandangan hidup disini memegang peranan penting memegang peranan penting.karena dengan mengerti, ada kecenderungan mengikuti apa yang terdapat dalam pandangan hidup itu.
3.      Menghayati
Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu.
4.      Meyakini
Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderug memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
5.      Mengabdi
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain.
6.      Mengamankan
Langkah yang terakhir ini merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.





PENGALAMAN PRIBADI
Semua orang memiliki pengalaman tentang pandangan hidup kedepan. Disini saya akan menceritakan pengalaman hidup saya. Jujur saya  itu orang yang pemikir akan kedepan, apa sih yang kita inginkan? Yang pasti sukses di dunia dan akhirat memang dalam hidup ini banyak manusia yang mungkin emang ditakdirkan untuk hidup enak, dan ada juga yang hidup sederhana dan juga hidup susah, allah itu maha adil "tidak akan ada orang kaya kalo tidak ada orang miskin" jika dunia isinya orang kaya, maka kiamatlah dunia ini.
Yang pasti semua orang ingin hidup bahagia dunia dan akhirat, dan kedepannya pandangan hidup saya ingin bisa membahagiakan orangtua saya dan keluarga. Dengan cara meraih cita-cita saya dengan sukses yaitu ingin mempunyai perusahan sendiri yang bisa bersaing di mancanegara, aamin walaupun sepertinya sulit  tetapi segala sesuatu tidak ada yang tidak mungkin.dan yang pasti ingin mempunyai suami sholeh baik dan aman sejalan dengan saya, sukses bareng-bareng. Dan diberikan kekuatan dan kesehatan bagi saya maupun keluarga dan kerabat dekat.
Semenjak kecil sebenarnya cita-cita saya adalah ingin menjadi dokter, karena pemikiran masih kecil kelihatannya keren menjadi dokter bisa membantu orang lain dengan seragam putih-putihnya dengan steteskop ditelinganya. Tetapi itu semua angan belaka kita ketahui bahwa impian masa kecil hanya sebatas keingin main-main. Saat saya kelas 6 SD sepertinya pemikiran saya agak sedikit kedepan saya tidak berfikiran kembali ingin menjadi dokter, kenapa? Sebenarnya saya ingin sekali menjadi dokter tetapi saat itu saya berfikir saya tidak bisa menjadi dokter karena kita tahu bahwa biaya menjadi dokter tidak sedikit saya tidak mau mebebankan orangtua saya, dan saat sudah dewasa seperti ini saya berfikir memang itu bukan pandangan hidup saya.
Saat saya menginjak SMP masih labil sekali saya bahkan tidak tahu mau jadi apa nanti, tapi saat SMP prestasi saya mulai meningkat, saya alhmadlilah mendapat peringkat 3 besar.dengan itu saya mulai berfikir kedepan. Saat itu saya terinspirasi dengan pengusaha-pengusaha muda dindonesia saat itu saya sedang menonton televise disitu dikatakan bahwa pengusaha muda Indonesia adanya sangat baik bersaig dengan mancanegara didunia termasuk negara-negara adikuasa seperti amerika, ia sampai membangun perusahaan diamerika. Dengan itu, saya sangat ingin menjadi seperti dia.
Setelah saya SMA yaitu kelas 3 , saya sudah mebultkan tekad ingin masuk jurusan teknik. Dulu saya ingin sekali menjadi teknik , keinginan tersebut tumbuh saat saya belajar fisika dengan guru saya disekolah, karena saya senang dengan pelajaran fisika terutama dengan materi mekanika , saat itu guru saya sedang menjelaskan titik berat , ia menelaskn bahwa yang seperti ini adalha pekerjaanya teknik sipil.
Saat itu saya kekeh dengan cita-cita saya yaitu jadi insinyur muda sipil yang mengecek bangunan besar dikota-kota indonesia. Setelah itu ada tes undangan dari undip yaitu PSSB D3 undip , lalu saya mengikutinya dan saya memilih teknik sipil dan alhamdulilah saya lolos masuk jadi mahasiswa undip.tetapi, sangat disayankan dan disesali sampai detik ini bahwa orang tua saya tidak mengizinkan keluar daerah saya, karena mereka berpikir bahwa anak perempuan tidak boleh jauh-jauh. Dan juga teman-teman laki-laki saya mereka menyarankan agar saya tidak memilih teknik , karena alamiahnya seorang perempuan tidak untuk mengambil jurusan tersebut. Dan akhirnya saya berfikir untuk masuk jurusan teknlogi pangan setidaknya agak kewanita-wanitaan. Tetapi, mungkin jodoh saya bukan dijurusan itu saya pun tidak lolos.
Entah ini jalan atau seperti apa saya ambil jurusan teknik industry, saya awalnya mau mengambil jurusan ekonomi karena saran dari mamah dan kakakku, saat saya mendaftar ternyata ayah saya tidak mengizinkannya, karena ia berkeingnan salah satu anaknya lulusan sarjana teknik, akhirya saya pun mengikuti saran dan kebeteulan saya pun memang ingin menjadi insinyur, lalu masuklah saya dijurusan saya yaitu teknik industry dan saya tidak merasa meyesal sedikitpun masuk jurusan ini dengan harapan cita-cita saya menjadi pengusaha muda dan mempunyai perusahaan dimancanegara tidak hanya menjadi angan-angan belaka, kaarena tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Aamin.


DAFTAR PUSTAKA
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar­_/bab2-manusia_dan_kebudayaan.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar