Minggu, 26 Oktober 2014

manusia dan tanggung jawab



MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB


A.   Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain.
Tanggung jawab bersifat kodrati ,artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab.apabila ia tidak mau bertanggung jawab , maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu. dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain. dari sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu , dengan demikian ia sendiri pul yang harus memulihkan kedalam keadaan baik. dari sisi pihak lain, apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab , pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakatan.
Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari perbuatan pihak  yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain , atau sebagai pengabdian , pengorban pada pihak lain.
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab(berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu.untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan,penyuluhan , keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


B.   Macam-Macam Tanggung Jawab
Atas dasar ini , lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab:
a.       Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menurut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri . menurut sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral , tetapi manusia juga seorang pribadi . karena merupakan seorang pribadi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri angan – angan sendiri. sebagai perwujudan dari pendapat , perasaan, angan-angan itu manusia berbuat dan bertindak . dalam hal ini manusia tidak lupuy dari kesalahan ,kekeliruan , baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

b.      Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami istri, ayah ibu dan anak-anak , dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga.tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan ,keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

c.       Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lainmaka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut.sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah lakudan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

d.      Tanggung jawab kepada bangsa / negara
Suatu kenyataan lagi , bahwa setiap manusia setiap individu adalah warga negara suatu negara.dalm berpikir,berbuat,bertindak,bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara .manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.

e.       Tanggung jawab terhadap tuhan
Tuhan menciptakan manusia dibumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab , melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap tuhan.sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman tuhan yang dituangkan  dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. pelanggaran dari hukuman – hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keras pun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. sebab dengan mengabaikan perintah – perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai penciptannya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia perlu pengorbanan.





C.   Pengabdian Dan Pengorbanan
Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.

A). Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan,cinta,kasih sayang ,hormat, atau satu ikata dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mnencukupi kebutuhan, hal itu berarti pengabdian kepada keluarganya.
Manusia tidak ada dengan sendirinya,tetapi merupakan mahluk ciptaan tuhan.sebagai ciptaan tuhan manusia wajib mengabdi kepada tuhan.pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada tuhan , dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

B). Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban berate persembahan,sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus dan ikhlas semata-mata.
Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tada kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita membaca atau mendengarkan khotbah agama.
Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu adanya pengorbanan.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian.pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya.
Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnyaberupa pikiran,perasaan, tenaga, biaya dan waktu.















PENGALAMAN

Sejak kecil aku belum mengerti apa itu namanya tanggung jawab, karena aku dilahirkan dengan anak ke 3 dari 4 saudara , adikku lahir saat aku berumur 7 tahun, jadi sejak dibangku sd kelas 1 aku belum mengenal yang namanya tanggung jawab, setelah aku duduk dibangku kelas 5 adikku pun beranjak besar , sehingga ibuku menaruh tanggung jawab kepadaku saat ibu dan ayahku pergi. Dari situ aku mulai belajar yang namanya tanggung jawab padahal aku tak mengerti apa yang harus aku lakukan.tpi adikku sangat rewel menangis terus-terusan tapi aku hendak bermain dengan teman-temanku , aku bingung aku ingin sekali bermain, karena dulu aku belum mengerti apa-apa akhirnya aku meninggalkan adikku dan aku bermain bersama teman-temanku , tak lama kemudian ternyata tangisan adikku makin kencang aku bingung dan merasa khawatir akhirnya aku pulang kerumah dan ternyata adikku sedang digendong-gendong oleh tetangga ku, aku lihat dan ternyata adikku jatuh ditangga saat aku tinggalkan, dan kepalannya pun membiru akhirnya aku bingung harus gimana aku menyesal sekali atas apa yang aku lakukan kepada adikku. Dan malam tiba orangtuaku datang dan mereka panic setelah melihat adikku kepalanya membiru dan dikompres, akhirnya akupun dimarahi oleh kedua orangtuaku. Aku sangat menyesal kala itu .dan dari situ aku belajar untuk tidak ceroboh dan meninggalkan adikku lagi.
Saat aku beranjak smp , aku ternyata terpilih menjadi ketua kelas karen disitu posisiya cewek semua. Akupun menjadi ketua kelas. Dan ternyata banyak pembelajaran sekali.terbilang, umur segitu masih labil ,remaja tahap bawah banget. Aku diuji saat itu. Jujur aku orangnya ingin dituruti, taat pada apa yang harusnya. Jadi saat aku menjabat sebagai ketua kelas banyak konflik segala macam.


Waktu itu , guru pelajaran matematika tidak masuk dengan itu ia menugaskanku untuk menyalin buku yang ada dibuku paket, tetapi ternyata teman kelasku banyak yang tidak menulis dan rebut luar biasa. Akhirnya aku marah kepada mereka dan akupun menaruh kursi didepan dan memantau mereka yang tidak menulis. Tetapi, aku sendiri didepan tidak menulis, egois banget sebenarnya aku.
Saat itu ada teman kelas aku yang sedang mengobrol, akupun melemparkan penghapus kepada dia, mereka semua tercenga dan diam seketika, aku takut dan merasa menyesal akhirnyapun aku minta maaf, tetapi tetap saja aku sudah mengotori kepercayaan mereka.
Akupun berfikir kita sebagai pemimpin harus adil dan bertanggung jawab, dan jangan jadilah pemimpin yang otoriter.
Jujur aku sebagai ketua kelas , tapi aku sudah pernah masuk bk hamper sering. Jangan contohin aku yah, dari situ aku berfikir untuk lebih bertanggung jawab lagi dan menjaga amanah yang berikan jika aku dituntut menjadi pemimpin lagi .
Dan sekarang aku beranjak dewasa, aku berfikir positif, belajar dari kesalahan yang pasti. Saat ini aku mempunyai beberapa tanggung jawab yang harus aku jalani, yang pertama yang pasti aku tanggung jawab atas agamaku, aku harus menjalankan apa yang islam perintahkan yaitu taat kepada Allah SWT, dan kepada orangtuaku. Saat ini dipikiranku ingin membahagiakan mereka dan bertanggung jawab sebagai anak, dengan cara aku bertanggung jawab pula sebagai mahasiswa.
Dan akupun bertanggung jawab atas adikku, kelak ku sudah dewasa dan mempunyai pekerjaan sendiri, aku harus betanggung jawab kepada adikku atas biaya maupun pendidikannya.
Aku berharap bisa jadi anak yang kalian harapakan.. Yahh,buu.
Aamin.

DAFTAR PUSTAKA

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar­_/bab2-manusia_dan_kebudayaan.pdf



Minggu, 19 Oktober 2014

Tugas IBD manusia dan harapan



BAB 4
MANUSIA DAN HARAPAN

A.   PENGERTIAN HARAPAN
Setiap manusia mempunyai harapan .manusia yang tanpa harapan , berarti manuia itu mati dalam hidup. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada tuhan yang maha esa, agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdo’a. Karena usaha dan do’a merupakan sarana terkabulnya harapan.
Harapan berasal dari kata harap yang berati keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.
B.     APA SEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN?
Menurut kodratnya manusia itu adalah makhluk sosial. Setiap lahir kedunia langsung di sambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusia pun yang luput dari pergaulan hidup. Ditengah-tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupu mental/spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berfikir,berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan, karena binatang dan tumbuh-tumbuhan perlu makan, berkembang biak dan mati. Yang mirif dengan kodrat manusia ialah kodrat binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaanya. Perbedaan antara kedua makhluk itu, ialah bahwa manusia memiliki budi dan kehendak. Budi ialah akal, kemampuan untuk memilih kedua hal tersebt tidk dapat di pisahkan. Dengan budinya manusia dapat mengetahui mana yang baik mana yang buruk.
Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat-sifat,kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bersama dengan manusia lain.
Dengan kodrat ini maka manusia mempunyai harapan
Dorongan kebutuhan hidup
Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besarnya dapat di bedakan atas
Kebutuhan jasmaniah misalnya; makan,minum,pakaian,rumah.(sandang,pangan,dan papan), ketenangan,hiburan, dan keberhasilan.
Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia berkerja sama dengan manusia lain. Hal ini di sebabkan, kemampuan mnusia sangan terbatas, biak kemampuan fisik/jasmania maupun kemampuan berfikirnya.
Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka mansia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodrtnya harapan manusia atau kebutuhan mansia itu ialah:

a.      Kelangsungan hidup (survival)
b.      Keamanan (safety)
c.       Hak kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d.      Diakui lingkungan(status)
e.      Perwujudan cita-cita (self actualization)
Kelangsungan hidup (survival)
 Untuk melangsungkan hidupnya manusia membutuhkan sandang,pangan,dan papan (tempat tinggal). Kebutuhan klangsungan hidup ini terlihat sejak bayi lahir.
Sandang, semula halnya berupa perlindungan/keamanan untuk melindungi dirinya dari cuaca sandang juga lebih cenderung kepada kebutuhan lain.
Papan yang dimaksu tempat tinggal atau rumah. Rumah kebutuhan primer manusia, karna rumah itu sebagai tempt berlindung dari panas,gelap dan sebagainya.
Keamanan
Setiap orang membutuhkan keamanan. Rasa aman tidak harus di wujudkan dengan perlindungan yang nampak, secara moral .pun orang lain dapat memberi rasa aman. Dalam hal ini agama sering merupakan cara memperoleh keamanan moril bagi pemiliknya.
Hak dan kewajibanmencinai dan di cintai
Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban
Status
Setiap manusia membutuhkan status .siapa,untuk apa,mengapa manusia hidup. Status itu penting, karna dengan status orang tau siapa dia. Harga diri orang antara lain melekat paa status orng itu .

Perwujudan cita-cita
Selanjutnya manusia berharap diakui keberadaanya sesuai dengan keahliannya atau kepangkatannya atau keprofesinya. Pada saat itu manusia mengembangkan bakat atau kepandainnya agar ia di terima atau di akui kehebatannya.
C.   KEPERCAYAAN
Kepercayaan  berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Keperayaan adalah hal-hak yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran
Ada jenis pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang, bukan karna hasil peyelidikan sendiri, melainkan diterima oleh orang lain. Kebenaran pengetahuan yang di dasarkan atas orang lain itu disebabkan karna orng lain itu dapat dipercaya. Pengetahuan yang diterima dari orang lain atas kewibawaannya disebut kepercayaan.
Kebenaran
Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya, karna ia mempunyai arti khusus bagi hidupnya. Ia merupakan focus dari segala fikiran,sikaf dan perasaan.
Dalam tingkah laku, ucapan,perbuatan manusia selalu berhati-hati agar mereka tidak menyimpang dari kebenaran. Manusia sadar, bahwa ketidak benaran dalam bertindak, berucap maupun bertindak dapat mencemarkan atau menjatuhkan namanya.
Jelaslah bagi kita bahwa kebenaran atau benar merupakan kunci kebahagiaan manusia. Itulah sebabnya manusia selalu berusaha mencari mempertahankan, memperjuangkan kebenaran.


Dr.Yuyun Surya sumantri dalam bukunya “filsafat ilmu, sebuah pengantar popular ada 3 teori kebenaran sebagai berikut:
1.      Teori koherensi atau konsistensi
Yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koherensi atau konsisten dengan pernyataan- pernyataan sebelumnya yang dianggap benar
Contoh: setiap manusia akan mati. Paul manusia. Paul akan mati
2.      Teori korespondensi
Suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung pernyatan itu berkorenponden (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
Contoh: jakarta ini ibukota republic indonesia
3.      Teori pragmatis
Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.
Dalam berbagai jenis kebenaran tersebut yang selalu diusahakan dan dijaga ialah kebenaran dalam bertindak, berbuat,berucap, berupaya,berpendapat.

D.   BERBAGAI KEPERCAYAAN DAN USAHA MENINGKATKANNYA
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia . Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
1.      Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan pada setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakikatnnya percaya pada tuhan yang maha esa. Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang,dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau di percayakan padanya.


2.      Kepercayaan pada orang lain
Percaya pada orang lain itu dapat berupa percaya pada sodara,orangtua,guru,atau sapa saja. Kepercayaan pada orang lain itu sdah tentu percaya terhadap kata hatinya.
3.      Kepercayaan pada pemerintah
Jelaslah bagi kita , baik teori ataupun pandangan teokratis ataupun demokratis negara atau pemerintan itu benar, karna tuhan adalah sumber kebenaran. Karna itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara percaya kepasa negara pemerintah.
4.      Kepercayaan terhadap tuhan
Kepercayaan terhadap tuhan yang maha kuasa itu amat penting karna keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karna merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan tuhannya.
Berbagai usaha yang dilakukan oleh manusia untuk menigkatkan rasa percaya terhadap tuhannya. Usaha itu bergantung pada kondisi pribadi situasi dan lingkungan. Usaha itu antara lain:
a.       Meningkatkan ketakwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
b.      Menigkatkan pengabdian kita terhadap masyarakat
c.       Meningkatkan kecintaan kita kepada sesame manusia
d.      Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
e.       Menekan perasaan negative.





PENGALAMAN
Saya sebagai manusia ingin mempunyai harapan yang lebih baik ke depannya, berjuang untuk hidup ke depan yang lebih cerah dan baik . Terutama orangtua, mereka yang selalu ada untuk saya selalu mendukung saya untuk menjadi seseorang yang lebih baik . Harapan saya bisa berkuliah dan menuntut ilmu di sini yaitu agar saya menjadi seorang perempuan karier yang sukses, impian saya yaitu saya ingin mempunyai sebuah perusahaan sendiri . Perusahaan yang nantinya banyak dikenal oleh orang, dan disana bisa menjadi sumber pekerjaan oranglain . Selain saya bangga mempunyai usaha sendiri sayapun bisa menolong oranglain yang ingin dan membutuhkan pekerjaan di perusahaan saya . Inilah yang saya harapkan untuk ke depannya .
Walau perjalanan masih panjang untuk mendirikan semua itu , saya tetap bersabar dan berusaha . Sayapun selalu bersyukur kepada tuhan, karna ialah saya masih bisa berjalan sejauh ini, yang belum tentu oranglain bisa . Dari sini saya selalu belajar untuk semuanya yang lebih baik, hal terindah yaitu bisa mengangkat derajat kedua orangtua saya dan sayapun beharap suatu saat nanti sayapun bisa mendapatkan pendamping dimasa depan yang lebih baik . Yang sholeh yang bertanggung jawab terhadap keluarganya, dan saya berharap kelak akan menjadi ibu yang baik untuk anak-anak saya seperti ibu saya yang selalu sayang sama saya dan selalu ada buat saya.
Saya berharap di gunadarma adalah jalan hidup saya untuk menjadi apa yang saya harapkan , dengan saya berkuliah disini saya mengharapkan IP yang tinggi dan kelak sesudah wisuda nanti saya dapat bekerja di dunia industry .
Target saya dalam waktu dekat saya ingin menjadi asslab (assisten laboratorium) karna saya berfikir dengan saya menjadi anggota asslab saya bisa mendapat pengalaman terutama di bidang industry. Untuk menjadi anggota asslab saya hrus mendapatkan IP minimal 3,25.
Target untuk selanjutnya setelah saya lulus menjasi sarjana teknik, dan mendapatkan gelar ST . Jadi Meisa Listiani , ST. Saya ingin melamar kerja dibidang industry setelah itu saya berkeinginan untuk melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu S2 , dengan saya mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi otomatis kerjaan saya pun akan meningkat beberapa persen.
Saya bercita-citakan dapat melanjutkan kuliah S2 di Indonesia dan mendapatkan beasiswa untuk pertukaran pelajar ke luar negeri. Saya bertekad untuk melanjutkan S2 menggunakan uang sendiri dan saya lebih berharap lagi untuk mendapatkan besiswa .
Saya harap mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan saya. Saya ingin membuat perusahaan makanan dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi yang membutuhkan dan menciptakan alat yang bisa membantu manusia .
Alasan saya untuk tekad keras dalam masa depan adalah demi keluarga dan menjadi anak kebanggan mereka,serta mejadi manusia yang berguna bagi bangsa dan Negara.
Aku ingin menjadi salah satu orang yang memang berpengaruh terhadap kemajuan bangsa ini dan menjadi kebanggan keluarga ku.










DAFTAR PUSTAKA

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar­_/bab2-manusia_dan_kebudayaan.pdf